Gabriel Bortoleto menjalani peran tak biasa di Grand Prix Spanyol. Pembalap muda Brasil itu membuat satu set ban keras bertahan hampir sepanjang balapan, sebuah strategi yang kemudian memicu lelucon dari direktur balap Audi, Allan McNish. "Dia sekarang punya pekerjaan baru. Dia sedang mengembangkan ban endurance untuk Pirelli, untuk melihat apakah mereka bisa menempuh dua jarak balapan, bukan hanya satu," ujar McNish dikutip dari media selepas balapan.
Lelucon itu muncul setelah Bortoleto secara efektif menjadi tembok bagi para rival di belakangnya. Tugasnya jelas: menahan laju mobil-mobil di belakang agar rekan setimnya, Nico Hulkenberg, bisa leluasa memburu posisi sepuluh besar. Strategi itu berhasil. Hulkenberg finis di posisi ke-10 dan mengamankan satu poin terakhir, meski tertinggal satu lap dari pemenang balapan, Kimi Antonelli. Sementara Bortoleto harus puas finis di urutan ke-13, tiga posisi di belakang sang tandem.
McNish menegaskan bahwa tim tidak secara sengaja menyuruh Bortoleto memblokir lawan. "Itu bukan permainan yang kami mainkan. Anda lihat sendiri saat Colapinto mencoba menyalip, sisi kiri terbuka lebar. Tidak ada halangan," jelasnya. Namun, ia mengakui bahwa kedua mobil bekerja sebagai satu unit, dan strategi tim memang dirancang untuk saling mendukung. "Kami memang memanfaatkan kerja sama tim," tambahnya.

Bagi Audi, hasil di Madrid menjadi tambahan penting. Tim pabrikan Jerman itu kini mengoleksi 17 poin dan menempati peringkat kedelapan klasemen konstruktor, hanya terpaut satu poin dari Haas. Poin dari Hulkenberg menjadi krusial di tengah persaingan ketat di lini tengah, di mana setiap angka bisa menentukan posisi akhir musim.
Meski demikian, McNish tidak menampik bahwa performa mobil Audi masih perlu ditingkatkan. Ia menyoroti paket upgrade terakhir yang diperkenalkan di Austria, dan sejak itu rival-rival telah bergerak maju. "Kami punya beberapa detail kecil setelahnya, tapi kenyataannya paket besar terakhir ada di Austria. Kami perlu menjaga laju, terutama melihat pace balapan Gasly yang sangat kuat di Madrid, dan pole position-nya di Monza sungguh mengesankan," ujarnya.
McNish menekankan pentingnya pengembangan berkelanjutan untuk mempertahankan posisi di klasemen. "Kami harus mulai membawa pembaruan pada mobil untuk bisa mempertahankan posisi. Saya tidak bisa mengatakan lebih dari itu," pungkasnya. Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa Audi menyadari tekanan dari tim-tim rival yang terus berbenah.
Di sisi lain, penampilan Bortoleto di Spanyol menunjukkan fleksibilitas dan disiplinnya sebagai pembalap rookie. Meski harus mengorbankan posisi pribadinya, ia membuktikan bisa menjadi pemain tim yang andal. Kemampuannya mengelola ban keras selama hampir seluruh balapan juga menjadi catatan tersendiri, mungkin menjadi alasan McNish melontarkan lelucon tentang 'pekerjaan barunya' sebagai penguji ban.
Dengan kompetisi yang semakin ketat, Audi perlu memastikan pengembangan mobil berjalan sesuai rencana. Jika tidak, posisi mereka di delapan besar bisa terancam. Namun, setidaknya di Madrid, kerja sama tim dan strategi cerdik berhasil membuahkan hasil nyata.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!