Taylor Barnard mengunci kemenangan di London E-Prix Race 2, balapan penutup musim Formula E 2026. Namun sorotan utama tetap mengarah ke Pascal Wehrlein yang sukses mengamankan gelar juara dunia setelah persaingan sengit sepanjang musim.
Start dari posisi terdepan, Barnard tampil dominan di sirkuit ExCeL London. Ia berhasil mempertahankan keunggulan meski sempat mendapat tekanan dari pembalap Porsche, Antonio Felix da Costa, di pertengahan balapan. Kemenangan ini menjadi penutup sempurna bagi musim impresif Barnard bersama tim Mahindra.
Di sisi lain, Wehrlein harus bekerja ekstra keras untuk memastikan gelar. Meski finis di posisi kelima, konsistensinya sepanjang musim menjadi pembeda. Gelar ini menjadi yang pertama bagi Wehrlein di ajang Formula E, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pembalap terbaik di generasi saat ini.

Balapan diwarnai insiden yang melibatkan beberapa pembalap, termasuk Joel Eriksson yang harus tersingkir setelah terlibat kontak di tikungan awal. Lucas Di Grassi juga gagal finis, menambah daftar panjang drama di akhir musim.
Dengan berakhirnya musim 2026, Formula E menutup babak baru dengan persaingan yang semakin ketat. Kini semua mata tertuju pada musim depan, di mana regulasi baru dan tim-tim baru siap memberikan kejutan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!