MotoGP, Sportrik Media - Bajaj Auto bersiap mengambil alih mayoritas saham KTM AG, dengan rencana pemangkasan biaya overhead hingga 50 persen, di mana balapan MotoGP disebut sebagai salah satu area prioritas penghematan.
Analisis mendalam Sportrik mengungkap bahwa strategi ini muncul di tengah persetujuan Komisi Eropa yang masih ditunggu, di mana Direktur Utama Bajaj Auto, Rajiv Bajaj, menyoroti berbagai "buah rendah" yang mudah dipetik untuk efisiensi. Sumber internal menunjukkan bahwa pengurangan ini akan mencakup riset dan pengembangan, pemasaran termasuk kegiatan balapan, operasional, serta administrasi umum. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi proyek MotoGP KTM, yang saat ini melibatkan empat pembalap di tim pabrik dan Tech3 hingga akhir 2026.
Dalam wawancara dengan CNBC-TV18, Rajiv Bajaj menjelaskan, “Manajemen sebelumnya telah mengurangi jumlah karyawan dari 6.000 menjadi 4.000 orang, yang masih dianggap terlalu tinggi.” Selain itu, ia menambahkan, “Menariknya, dari 4.000 ini, hanya sekitar 1.000 yang pekerja biru; 3.000 adalah pekerja putih, yang membingungkan karena pekerja biru yang memproduksi sepeda motor.”
Bajaj menekankan bahwa pergeseran volume produksi di masa depan akan berdampak ringan pada pekerja biru, sementara beban utama jatuh pada jumlah pekerja putih yang mahal. Ia membandingkannya dengan pernyataan Mark Zuckerberg tentang "manajer yang mengelola manajer yang mengelola manajer yang mengelola orang-orang yang melakukan pekerjaan." Birokrasi dan overhead manajemen yang mengejutkan di organisasi KTM yang sebenarnya unggul ini menjadi sorotan utama.
Lebih lanjut, Bajaj menyalahkan "tiga jenis keserakahan... operasional, strategis, dan tata kelola" atas kesulitan keuangan KTM. Namun, komitmen terhadap balapan tampaknya masih kuat dari sisi KTM. Direktur olahraga KTM, Pit Beirer, menyatakan kepada Speedweek.com, "Tidak ada yang akan menyetujui pembuatan mesin 850cc baru hanya untuk kemudian tidak mengirimkannya. Kami berada di MotoGP untuk tetap di sana."
Meskipun demikian, komentar Bajaj ini memperkuat kekhawatiran atas masa depan proyek MotoGP KTM. Pabrikan Austria ini telah menunjukkan niat lanjutannya dengan menjadi pabrikan pertama yang memamerkan versi kerja mesin 850cc untuk siklus kontrak 2027, meski belum menandatangani perpanjangan seperti pabrikan lain.
Pengambilalihan ini, yang telah berlangsung hampir 18 tahun sebagai mitra minoritas, diharapkan disetujui pada November mendatang, menjadikan Bajaj pemegang saham 76 persen di KTM AG. Dengan demikian, Bajaj akan beralih dari posisi pengamat menjadi pemimpin penuh.
Secara keseluruhan, meskipun ada tekanan penghematan, sinyal positif dari pengembangan mesin baru menunjukkan bahwa KTM mungkin tetap bertahan di MotoGP pasca-2026. Analisis Sportrik memproyeksikan bahwa keseimbangan antara efisiensi dan ambisi balapan akan menjadi kunci keberhasilan transisi ini, memastikan inovasi tetap menjadi prioritas di tengah restrukturisasi.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!