Formula 1, Sportrik Media - Kepala divisi motorsport Pirelli Mario Isola mengungkap rencana tes kondisi basah di Bahrain menjelang dimulainya musim F1 2026, sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas ban hujan di era regulasi baru.
Isu visibilitas akibat spray berlebihan telah menjadi persoalan berulang dalam beberapa generasi mobil sebelumnya. Dalam kondisi hujan lebat, air yang terlempar dari diffuser dan aliran aerodinamika belakang menciptakan kabut tebal yang membahayakan pembalap, membuat ban full wet kerap tidak optimal digunakan dalam balapan aktual.
Salah satu contoh ekstrem terjadi pada Grand Prix Belgia 2021, ketika lomba hanya berlangsung beberapa lap di belakang safety car sebelum dihentikan dan setengah poin dibagikan. Sejak itu, Formula 1 dan FIA berupaya mencari solusi teknis untuk menghindari pengulangan situasi serupa, termasuk melalui kolaborasi intensif dengan pemasok ban tunggal.

Menurut Isola, mobil generasi 2026 yang tidak lagi menggunakan diffuser besar berpotensi mengurangi volume spray yang terangkat ke udara. Lebar ban yang sedikit lebih sempit juga dinilai membantu menekan jumlah air yang tersebar di belakang mobil.
“Dengan mobil yang berbeda dan tanpa diffuser yang sebelumnya menghasilkan banyak spray, visibilitas mungkin sedikit lebih baik.”
“Ban juga sedikit lebih sempit, sehingga lebih sedikit air yang terangkat ke udara. Apakah itu cukup untuk membuat race director mengizinkan balapan berlangsung, saya belum tahu.”
Pirelli juga berupaya memperkecil rentang crossover antara ban full wet dan intermediate agar ban hujan murni lebih relevan dalam kondisi balapan nyata.
“Apa yang kami coba capai adalah mengurangi waktu crossover antara wet dan intermediate agar ban wet lebih bisa digunakan.”
“Masalahnya, jika dalam kondisi balapan trek diperkirakan akan mengering, tim akan memilih intermediate untuk meminimalkan jumlah pit stop. Jadi semuanya tergantung pada kondisi.”
Minimnya kesempatan pengujian dalam kondisi hujan menjadi tantangan besar bagi pengembangan. Berbeda dengan tes kering yang dapat dilakukan setelah balapan, tes basah memerlukan sirkuit khusus dengan fasilitas penyiraman.
“Kami tidak punya banyak kesempatan untuk tes, jadi setiap informasi sangat penting.”
“Kami mencoba mengatur tiga sesi — ini seperti keajaiban — karena untuk kondisi kering kami bisa memanfaatkan hari setelah balapan. Tapi untuk kondisi basah tidak bisa sembarangan; kami perlu trek khusus seperti Paul Ricard atau Magny Cours.”
Isola mengungkapkan bahwa Bahrain berpotensi menjadi lokasi unik untuk tes basah berkat sistem penyiraman lintasan yang dirancang menyeluruh.
“Kami sedang mencoba mengorganisir tes kondisi basah di Bahrain, dan saya cukup percaya diri karena sirkuit memiliki ide fantastis untuk membasahi seluruh lintasan, bukan dengan tangki air, tetapi dengan sistem lain.”
“Jika itu dilakukan dengan benar, kami punya kesempatan untuk tes di sirkuit dengan tingkat keparahan tinggi dalam kondisi basah — sesuatu yang jarang terjadi.”
Tes tersebut direncanakan berlangsung pada malam hari tanggal 28 Februari dan 1 Maret, dengan partisipasi McLaren dan Mercedes-AMG Petronas Formula One Team. Selain itu, Pirelli juga mempertimbangkan pengembangan opsi ban ketiga berupa super intermediate untuk menjembatani celah performa antara dua kompon yang ada saat ini.
“Kami juga punya beberapa tes lain yang direncanakan di Fiorano dan salah satu antara Paul Ricard atau Magny Cours. Lebih dari itu hampir tidak mungkin, jadi kami harus memaksimalkan setiap kesempatan untuk pengembangan wet.”
“Saya tidak mengatakan berharap hujan di salah satu balapan awal, tetapi itu akan menarik bagi kami untuk mendapatkan informasi dari balapan basah agar pengembangan bisa diarahkan dengan tepat.”
Dengan regulasi 2026 yang membawa perubahan aerodinamika signifikan, efektivitas ban hujan akan menjadi elemen penting dalam keselamatan dan kualitas balapan. Tes basah di Bahrain berpotensi menjadi langkah krusial dalam memastikan kompetisi tetap layak digelar bahkan dalam kondisi cuaca ekstrem.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!