Lewis Hamilton dikabarkan mengalami kesulitan lebih besar dibandingkan Charles Leclerc dalam beradaptasi dengan mobil Ferrari. Hal ini diungkapkan oleh mantan pembalap dan duta merek Ferrari, Marc Gené, dalam wawancara eksklusif dengan Motorsport.com.
Artikel ini menganalisis penyebab ketidaknyamanan Hamilton di SF-24 berdasarkan penjelasan teknis Gené, termasuk perbedaan gaya mengemudi dan filosofi desain tim.
Penyebab Utama Kesulitan Hamilton
Gené menyebutkan bahwa Hamilton terbiasa dengan karakteristik mobil Mercedes yang stabil di belakang, sementara Ferrari cenderung memiliki grip depan yang lebih dominan. Peralihan filosofi desain ini membutuhkan penyesuaian signifikan, terutama dalam teknik pengereman dan sudut masuk tikungan.

"Leclerc sudah beradaptasi selama enam tahun dengan DNA Ferrari. Hamilton harus mempelajarinya dari nol," kata Gené.
Dampak pada Performa
Statistik kualifikasi menunjukkan Hamilton secara konsisten tertinggal 0,3-0,5 detik dari Leclerc dalam lima balapan terakhir. Analisis data telemetri mengungkapkan ketidakstabilan di sektor-sektor berteknik tinggi seperti tikungan berurutan.
Prospek Kedepan
Tim Ferrari dikabarkan sedang memodifikasi setelan suspensi dan sistem pengereman untuk mendukung gaya mengemudi Hamilton. Namun, perubahan besar diperkirakan baru akan efektif pada musim 2026.
Baca analisis mendalam lainnya di SPORTRIK.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Kimi Antonelli
Mercedes
|
171 |
|
2
|
|
George Russell
Mercedes
|
131 |
|
3
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
125 |
|
4
|
|
Oscar Piastri
McLaren
|
80 |
|
5
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
79 |
|
6
|
|
Lando Norris
McLaren
|
79 |
|
7
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
73 |
|
8
|
|
Isack Hadjar
Red Bull
|
42 |
|
9
|
|
Pierre Gasly
Alpine F1 Team
|
41 |
|
10
|
|
Liam Lawson
Racing Bulls
|
30 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Mercedes
|
302 |
|
2
|
|
Ferrari
|
204 |
|
3
|
|
McLaren
|
159 |
|
4
|
|
Red Bull
|
115 |
|
5
|
|
Alpine F1 Team
|
57 |
|
6
|
|
Racing Bulls
|
44 |
|
7
|
|
Haas F1 Team
|
21 |
|
8
|
|
Williams
|
11 |
|
9
|
|
Audi
|
2 |
|
10
|
|
Aston Martin
|
1 |
Baca Juga
Valtteri Bottas meminta Cadillac mengorbankan efisiensi aerodinamika demi mengatasi masalah rem usai dua mobil gagal finis di GP Austria 2026.
Media dunia menyoroti kemenangan George Russell, kebangkitan Max Verstappen, serta kegagalan Ferrari pada GP Austria 2026.
Lando Norris menilai kehilangan posisi pada lap pertama menjadi penyebab utama gagalnya meraih hasil besar di Formula 1 GP Austria 2026.
Berlangganan Newsletter
Dapatkan update berita balap terbaru langsung di email Anda.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!