Alex Rins Sindir Rekan Setim Yamaha: “Jangan Bikin Kesalahan di Proyek V4!”

Alex Rins Sindir Rekan Setim Yamaha: “Jangan Bikin Kesalahan di Proyek V4!”
Alex Rins © Michelin

MotoGP, Sportrik Media - Alex Rins desak kesatuan rider Yamaha saat tes V4 kedua di Valencia Selasa, 18 November 2025, ingatkan risiko kesalahan pengembangan yang bisa salah arah. Pembalap Alex Rins dari Yamaha Factory Racing finis ke-14 di GP Valencia, soroti degradasi ban belakang, sementara Augusto Fernandez catat isu front-end di wild-card V4.

 

Pengumuman Yamaha akhir pekan lalu tandai pensiun inline-4, alih fokus penuh ke V4 untuk 2026, dengan empat rider balapan uji prototipe di tes pasca-musim Valencia. Ini kesempatan kedua setelah Misano, di mana Quartararo tak puas pace. Selain itu, tiga wild-card Fernandez ungkap potensi tapi batas: mesin dibatasi, front-end kurang percaya diri, dan pace tertinggal 20 detik dari inline-4 Jack Miller di Valencia. Analisis awal tunjuk V4 butuh data terpadu dari rider seperti Rins, Fabio Quartararo, dan Toprak Razgatlioglu untuk hindari jebakan pengembangan.

Menjelang tes, Rins tekankan urgensi kolaborasi, anggap proyek V4 sebagai babak baru yang rentan salah langkah.

"Saya maksud, sekarang ada proyek benar-benar baru. Kami harus pilih potongan yang benar. Akan sangat mudah buat kesalahan. Jadi, kami harus bayar perhatian banyak. Semua rider harus ke satu arah untuk improve. Kami harus tetap lebih bersama daripada pernah untuk temukan, secepat mungkin, jalur yang benar."

Dari perspektif pribadi, Rins akui Valencia menuntut: degradasi ban belakang mirip Portimao, paksa manajemen ketat meski akhir pekan sulit. "Balapan terakhir ini cukup menuntut," tambahnya. "Cukup sulit kelola, karena ban belakang, degradasi. Sedikit sama topiknya seperti yang terakhir di Portimao. Akhir pekan ini untuk kami sedikit keras, tapi saya rasa saya bisa kelola dengan baik. Kami tutup musim sulit dengan banyak pelajaran, banyak improve di sisi pribadi saya dan tim. Sekarang, babak baru mulai. Dari sekarang, kami fokus ke V4, dan lihat apa yang bisa kami lakukan. Tapi saya super excited lompat ke motor itu."

ADVERTISEMENT

 

Analisis lebih dalam ungkap peran Massimo Meregalli sebagai direktur tim Yamaha, yang koordinasi feedback rider untuk Shakedown Sepang Februari 2026. Rins, juara Moto2 2019, bawa pengalaman Suzuki ke Yamaha, tapi musim 2025 beri pelajaran: finis 14 dunia dengan 89 poin, unggul tipis atas Fernandez. Bandingkan dengan Ducati yang dominan via data kolektif, Yamaha butuh kesatuan ini untuk atasi front-endisu yang Fernandez sebut "kritis" di wild-card. Dampak? V4 potensial tambah 25 tenaga kuda, tapi salah arah bisa biayai posisi pabrikan keempat 2025 jadi lebih buruk.

Dari sisi tim, tes Valencia libatkan Pramac Yamaha juga, dengan Razgatlioglu debut full. Rins yakin kolaborasi percepat "jalur benar", terutama upgrade aerodinamika dan elektronik yang absen di prototipe awal. Dibanding rival Aprilia yang naik daun, Yamaha punya aset talenta tapi butuh sinergi rider untuk saingi.

 

Secara keseluruhan, peringatan Rins bukan sindiran, tapi panggilan darurat untuk Yamaha di era V4: kesatuan rider kunci sukses 2026. Dengan tes Selasa dan data terintegrasi, prospek cerah—podium reguler mungkin jika atasi degradasi dan front. Babak baru ini janjikan Yamaha bangkit, asal rider tetap "bersama daripada pernah".

Diskusi & Komentar (0)

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU