MotoGP, Sportrik Media – Pembalap rookie Ai Ogura mengakui bahwa hasil terbaiknya pada musim debut MotoGP 2025 datang di race pembuka, dan hal itu justru "membunuhnya" karena memunculkan keraguan besar terhadap potensinya sendiri.
Pembalap asal Jepang tersebut, yang merupakan juara dunia Moto2 2024, bergabung dengan tim Trackhouse Racing sebagai kejutan besar. Namun, ia langsung tampil mengesankan pada putaran pembuka di Thailand, dengan finis kelima pada grand prix utama di Buriram serta posisi top five lainnya pada sprint.
Performa awal itu membuat Ai Ogura difavoritkan meraih gelar rookie of the year. Selain itu, beberapa hasil solid di awal musim semakin memperkuat ekspektasi tersebut.
Namun, Ogura gagal membangun momentum dari Thailand karena cedera berulang dan kurangnya konsistensi performa hingga race-race terakhir.
“Itu justru sebaliknya,” jelasnya ketika ditanya apakah mengenang hasil Buriram meningkatkan kepercayaan dirinya.
“Dan itu membunuh saya, karena hasil terbaik saya ada di race pertama: itu sesuatu yang spesial. Dan di race-race berikutnya, saya mulai bertanya-tanya apakah itu potensi sejati saya atau bukan. Tapi race terakhir berjalan cukup baik, dan ada juga beberapa finis top 10.”
ADVERTISEMENT
Ogura menambahkan: “Selama musim ini, pada suatu titik, saya pikir mungkin saya tidak cukup bagus, tapi kemudian saya mulai mengendarai motor dengan baik.
“Setelah cedera, terutama di saat-saat sulit, saya punya keraguan. Tapi di dua grand prix terakhir, saya punya race yang sangat bagus. Jadi sekarang saya melihat masa depan yang cerah. Ini bagus.”
Ia menyebut tahun pertamanya di MotoGP sebagai “tidak ada yang spesial”, sambil mencatat bahwa “tidak ada yang mengejutkan saya” tentang musim tersebut.
“Tidak ada yang spesial untuk dikatakan tentang tahun pertama saya di MotoGP. Hanya balapan, banyak crash dan cedera. Meski tahun yang sulit, masih banyak hal positif. Saya sangat senang menyelesaikan musim rookie saya, dan saya menantikan yang kedua.”
“Sejujurnya, tidak ada yang mengejutkan saya. Saya selalu memikirkan skenario terburuk, jadi tidak ada yang mengejutkan.”
Analisis lebih dalam menunjukkan bahwa cedera serius, termasuk patah kaki yang memerlukan operasi dan absen di beberapa race termasuk grand prix kandang di Motegi, menjadi penghambat utama. Namun, rekan setimnya di Trackhouse Racing, Raul Fernandez, mampu meraih kemenangan breakthrough di Australia.
Di sisi lain, rival rookie seperti Fermin Aldeguer tampil lebih konsisten dan merebut gelar rookie of the year. Selain itu, Aprilia sebagai brand menunjukkan potensi kompetitif, meski Trackhouse Racing sebagai tim satelit menghadapi tantangan adaptasi.
Ogura mengakhiri klasemen di posisi ke-16 dengan 89 poin, termasuk delapan finis top 10. Namun, performa kuat di akhir musim memberikan optimisme untuk 2026, di mana ia masih terikat kontrak dengan tim.
Prospek masa depan Ogura tergantung pada pemulihan fisik dan pengembangan RS-GP lebih lanjut, dengan gaya ridingnya yang hemat ban berpotensi menjadi kekuatan di era regulasi baru.
Ikuti terus update MotoGP terkini di Sportrik.com.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!