SPONSORED

Wolff Akui Verstappen Layak Juara 2021 meski Abu Dhabi Masih Membekas

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Wolff Akui Verstappen Layak Juara 2021 meski Abu Dhabi Masih Membekas
TO NEWS OVERVIEW
Max Verstappen stole the championship off of Lewis Hamilton in a final-lap showdown

Ketegangan di lap terakhir GP Abu Dhabi 2021 masih menjadi luka yang tak sepenuhnya mengering bagi Toto Wolff. Namun, di balik itu, bos Mercedes tersebut kini mengaku telah berdamai dengan masa lalu—dan bahkan memberikan pengakuan jujur soal Max Verstappen.

Dalam wawancara terbaru di podcast SAP, Wolff membuka kembali memori kontroversial yang mengubah arah sejarah Formula 1. Saat itu, Verstappen merebut gelar juara dunia pertamanya dari Lewis Hamilton dalam situasi yang memicu perdebatan panjang.

Keputusan Race Director Michael Masi yang mengizinkan mobil yang terlapas untuk menyalip di akhir safety car menjadi titik balik. Verstappen, dengan ban yang lebih segar, melesat melewati Hamilton di tikungan akhir dan menuntaskan perlombaan sebagai pemenang sekaligus juara dunia.

Sainz: Perubahan Regulasi F1 Ubah Peta Kekuatan Pembalap
Baca JugaSainz: Perubahan Regulasi F1 Ubah Peta Kekuatan Pembalap

“Abu Dhabi,” jawab Wolff ketika ditanya momen apa yang paling membekas dari musim 2021. “Delapan gelar konstruktor itu menyenangkan, dan itu belum pernah terjadi di olahraga lain, jadi itu momen yang bagus. Tapi bagaimana balapan itu berlangsung? Itu masih akan melekat selamanya. Sekarang saya sudah berdamai, dan Lewis juga.”

ADVERTISEMENT

Meski demikian, Wolff tak ragu mengakui pencapaian Verstappen. “Max adalah juara dunia yang layak, pastinya, dan musim tidak ditentukan oleh satu sore atau malam,” tegasnya. Ia juga mengenang perjalanan musim yang penuh gejolak bagi Mercedes, termasuk diskualifikasi Hamilton di Brasil yang dianggapnya tidak adil.

“Sejak saat itu, Lewis tampil seperti versi terbaik yang pernah saya lihat. Tapi pada akhirnya, itu tidak terjadi,” tambah Wolff, merujuk pada kegagalan Hamilton mempertahankan gelar.

Kegagalan itu menjadi awal dari masa paceklik gelar bagi Mercedes. Namun kini, dengan Andrea Kimi Antonelli yang memimpin klasemen pembalap dengan keunggulan 59 poin, arah baru tim asal Brackley itu mulai terlihat cerah.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU