Will Buxton, komentator Formula 1, meyakini bahwa performa impresif Liam Lawson saat kembali membela Red Bull di Grand Prix Belanda mungkin telah menyelamatkan kariernya di ajang balap jet darat.
Pembalap Red Bull, Isack Hadjar, harus absen di Zandvoort karena cedera pergelangan tangan yang dialaminya saat libur musim panas. Alhasil, Lawson yang membela Racing Bulls ditarik naik untuk mengisi kursi di samping juara dunia empat kali, Max Verstappen. Sementara itu, Yuki Tsunoda yang berstatus pembalap cadangan mengisi posisi Lawson di tim saudara.
Lawson punya banyak hal untuk dibuktikan saat kembali ke tim asal Milton Keynes itu, mengingat ia didepak setelah hanya dua seri balapan pada 2025. Tekanan itu terasa sangat besar, dan Buxton menyorotinya dalam podcast Up To Speed.

"Saya rasa kita tidak bisa meremehkan atau menyepelekan tekanan yang ada padanya, tekanan yang ia berikan pada dirinya sendiri untuk kembali ke tim yang pernah memecatnya setelah dua balapan," ujar Buxton.
"Kalau dia tampil buruk di akhir pekan itu, start dari posisi belakang dan tidak berkembang, bisa dipastikan kariernya tamat," tambahnya.
Namun, Lawson justru tampil menawan. Ia start dari posisi kedelapan, hanya satu strip di belakang Verstappen, dan finis ketujuh setelah rekan setimnya itu terlibat insiden di lap pembuka.
"Dia datang dan membalap dengan cara yang ia lakukan, kualifikasi yang ia lakukan, saya sangat senang untuknya. Pesan radio setelah balapan sangat manis dan penuh kejujuran. Ini adalah akhir pekan katarsis untuk meninggalkan semua pengalaman buruk itu dan menunjukkan pada dunia serta Red Bull, 'Lihat apa yang bisa kalian miliki'. Itu menyenangkan," pungkas Buxton.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!