Max Verstappen melampiaskan kekesalannya setelah kualifikasi Formula 1 Grand Prix Azerbaijan di Sirkuit Baku. Pembalap Red Bull itu harus puas start dari posisi kedelapan, jauh dari ekspektasi setelah sebelumnya tampil cepat di FP3.
Verstappen sempat menjadi kandidat pole usai mencatat waktu tercepat di sesi latihan bebas ketiga. Namun, masalah pada unit daya RB22 yang dikembangkan bersama Ford membuatnya kehilangan daya saing di sesi kualifikasi. Ia bahkan kalah dari rekan setimnya, Isack Hadjar, yang akan memulai balapan dari posisi keempat.
Kekecewaan Verstappen memuncak ketika ia harus membatalkan lap di Q3 karena baterai tidak terisi penuh. "Sepanjang kualifikasi mesin tidak bekerja," ujarnya. "Kami melakukan penyesuaian pada mobil yang juga tidak sepenuhnya positif. Dibandingkan rekan setim, saya sudah setengah detik lebih lambat di trek lurus. Dan di Q3, ketika ingin mendorong di lap pertengahan, tiba-tiba baterai tidak penuh, tidak mengisi, tidak berfungsi, dan mereka bilang: kamu harus mendorong dengan setengah baterai."

Dengan nada kesal, Verstappen menambahkan, "Saya bilang, ya, sudahlah. Saya benar-benar habis. Anda mempersiapkan diri dengan baik sepanjang akhir pekan, mobil berjalan baik, lalu semuanya berantakan di kualifikasi, tidak ada yang bisa dilakukan lagi."
Masalah pada mesin juga memengaruhi performa ban. "Setelah lap yang harus saya batalkan karena baterai hanya setengah penuh, ban terlalu dingin, Anda tidak bisa mendorong karena tidak berfungsi, jadi Anda tidak bisa mendapatkan suhu yang cukup ke ban tersebut," jelasnya. "Jadi di lap terakhir itu juga tidak ada cengkeraman yang tepat, dan masalah yang sama dengan mesin, pengereman mesin yang sangat aneh; seperti kadang-kadang Anda menarik rem tangan di tikungan tertentu. Jadi ya, ada sesuatu yang serius yang salah."
Verstappen kini harus berjuang dari posisi kedelapan di balapan yang akan berlangsung Sabtu. Sirkuit Baku, tempat ia mendominasi tahun lalu dengan kemenangan lights-to-flag, kini menjadi tantangan berat. Ia harus menyalip banyak pembalap jika ingin meraih hasil maksimal.
Sementara itu, George Russell memanfaatkan insiden yang menimpa Andrea Kimi Antonelli untuk meraih pole position. Kualifikasi yang berlangsung dramatis ini meninggalkan Verstappen dengan pekerjaan rumah besar: memperbaiki performa mesin dan strategi balapan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!