SPONSORED

Verstappen Ancam Hengkang dari F1, Chadwick Minta FOM Dengar Keluhannya

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Verstappen Ancam Hengkang dari F1, Chadwick Minta FOM Dengar Keluhannya TO NEWS OVERVIEW
© Red Bull Content Pool

Pembalap wanita asal Inggris, Jamie Chadwick, menegaskan bahwa rasa frustrasi yang dialami Max Verstappen terhadap arah masa depan Formula 1 harus dipertimbangkan secara serius oleh pihak penyelenggara olahraga tersebut. Mengingat status pembalap Belanda itu sebagai ikon global sekaligus pilar utama kejuaraan, kehilangan dirinya bisa menjadi pukulan telak bagi F1. Meskipun baru saja mengamankan podium perdana yang sangat krusial bagi timnya pada gelaran Grand Prix Kanada akhir pekan ini, sang juara dunia empat kali tersebut kembali melontarkan isyarat kuat bahwa ia tidak akan ragu untuk pensiun dini dari sirkuit jet darat pada akhir musim 2026 jika tidak ada perubahan radikal pada regulasi mesin.

Kekhawatiran besar Verstappen berakar pada penerapan regulasi teknis *power unit* saat ini, yang menerapkan porsi tenaga berimbang alias 50/50 antara mesin pembakaran internal (ICE) konvensional dan motor elektrik baterai digital. Pembalap berumur 28 tahun tersebut secara konsisten menyuarakan kritik tajamnya sejak draf regulasi ini pertama kali diumumkan ke publik beberapa tahun lalu. Untuk memastikan dirinya tetap bertahan di grid F1, bintang utama Red Bull Racing ini mengajukan syarat mutlak: F1 harus merombak komposisi distribusi daya menjadi setidaknya 60/40 dengan dominasi mesin konvensional mulai musim 2027 mendatang, sebuah opsi revisi teknis yang saat ini tengah diperdebatkan secara alot di balik layar.

Krisis Politik Paddock: Audi dan Ferrari Tolak Kompromi 60/40

Upaya kompromi untuk melunakkan hati Verstappen sebenarnya sempat menemui titik terang ketika wacana perpindahan ke regulasi 60/40 dilaporkan mendapat dukungan bulat dari seluruh tim di grid. Namun, situasi politik paddock mendadak berubah drastis di Montreal. Pabrikan raksasa seperti Audi, Cadillac, dan Ferrari secara mengejutkan melayangkan nota keberatan dan menolak keras amandemen regulasi tersebut. Bagi pabrikan-pabrikan otomotif besar ini, investasi riset teknologi jangka panjang mereka sudah telanjur diselaraskan dengan cetak biru elektrifikasi 50/50 yang orisinal, sehingga perubahan mendadak dinilai merugikan dari sisi finansial.

Khawatirkan Keadilan Regulasi F1, Leclerc Sebut Ubahan Mesin Sangat Rumit
Baca JugaKhawatirkan Keadilan Regulasi F1, Leclerc Sebut Ubahan Mesin Sangat Rumit

Meskipun performa jet darat Red Bull RB22 miliknya saat ini sedang melorot hingga membuatnya kesulitan bersaing memperebutkan kemenangan di setiap akhir pekan, Verstappen menegaskan krisis utama yang menguras energinya bukanlah tentang performa mobil, melainkan hilangnya faktor kesenangan berkendara akibat regulasi baru ini. Berbicara dalam siniar resmi Sky F1, Chadwick menganalisis bahwa ekspresi datar Verstappen di podium Montreal membuktikan sang pembalap sangat realistis dengan kelemahan mekanis timnya. Jiwa kompetitif Verstappen kini dinilai lebih tertarik pada tantangan murni seperti balapan ketahanan Nürburgring yang baru-baru ini ia ikuti—sebuah ajang balap yang menyuguhkan karakteristik mengemudi yang sangat kontras dengan kerumitan manajemen energi digital F1 modern.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU