Fred Vasseur mengaku timnya perlu melakukan investigasi mendalam terkait masalah eksekusi yang membuat Ferrari gagal meraih podium di Grand Prix Belanda. Kepala Tim Ferrari itu menilai hasil yang diraih Lewis Hamilton dan Charles Leclerc di Zandvoort, masing-masing finis keempat dan kelima, tidak mencerminkan potensi sebenarnya dari mobil SF-26.
Menurut Vasseur, kesalahan eksekusi dari pihak tim menjadi biang keladi hilangnya posisi di lintasan, padahal laju mobil cukup kompetitif. Ia menyoroti tiga area utama: start, pit stop, dan strategi. “Ya, kecepatan kami cukup baik di balapan, tapi kami punya masalah dengan eksekusi. Start kedua Charles buruk, kami kehilangan posisi dari Piastri yang memakai ban keras, dan kami kehilangan banyak waktu di tahap itu,” ujarnya kepada Sky Sports F1.
Vasseur juga menyoroti pit stop yang lambat untuk Leclerc, yang membuat pebalap asal Monako itu kembali kehilangan posisi. “Ini membingungkan, dan sangat disayangkan karena saya rasa kecepatan kami kuat, setidaknya lebih kuat dari Mercedes. Sekarang kami harus melihat lebih dalam apa yang kami lakukan dan apa yang salah, untuk memahami kenapa kami kehilangan posisi saat start dengan ban lunak, dan mencoba lebih baik pekan depan,” tambahnya.

Strategi yang Salah dan Hamilton yang Frustrasi
Masalah Ferrari dimulai saat restart setelah red flag akibat kecelakaan Max Verstappen di lap pertama. Leclerc start dengan buruk, memungkinkan Oscar Piastri dari McLaren menyalipnya meski memakai ban yang lebih keras. Sementara itu, Hamilton terjebak di belakang Leclerc dengan strategi ban yang berbeda, padahal ia memiliki pace lebih baik. Hamilton pun tak segan mengeluh di radio tim karena merasa kehilangan banyak waktu.
Ketika ditanya apakah tim sempat mempertimbangkan undercut untuk Leclerc guna menyalip George Russell yang berada di posisi ketiga, Vasseur menjelaskan situasi di lintasan lebih rumit dari itu. “Kami punya grup mobil di belakang kami, dan kami mencoba melewati grup itu, sementara ada grup lain di depan. Pada akhirnya kami memilih opsi tertentu. Tapi mobil di depan pit lebih dulu, seperti Ocon dan Lindblad, dan kami memberikannya ke Russell,” jelasnya.
Soal strategi Hamilton, Vasseur mengungkapkan bahwa tim sempat mempertimbangkan untuk bertahan sampai akhir balapan. “Kisah dengan Lewis adalah pada satu titik kami mencoba bertahan sampai akhir. Saya pikir itu juga keputusan yang bagus. Tapi mungkin kami kehilangan satu detik karena mengikuti Charles. Target saat bertahan sampai akhir bukan itu, tapi tentu saja setelah apa yang terjadi, Anda selalu bisa menulis ulang balapan,” pungkasnya. Kegagalan ini membuat Ferrari kehilangan peluang emas untuk memperkecil jarak dengan Mercedes di klasemen konstruktor. Charles Leclerc dan Lewis Hamilton harus segera bangkit di balapan berikutnya. Insiden ini juga menjadi pengingat bahwa konsistensi eksekusi adalah kunci di tengah ketatnya persaingan musim ini.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!