Shane van Gisbergen memang tengah menelan pil pahit. Pembalap anyar di NASCAR Cup Series itu gagal masuk ke babak Chase setelah Ryan Preece memenangi balapan terakhir musim reguler di Daytona dan menyalipnya di garis batas kualifikasi. Kekecewaan itu jelas terasa, tetapi justru menjadi bahan bakar untuk bangkit.
Beberapa pekan terakhir menjadi rollercoaster bagi pengemudi Chevrolet Camaro #97 tersebut. Sejak finis kelima di North Wilkesboro, ia belum lagi menembus posisi 10 besar. Kemenangan stage di Daytona pun sirna setelah ia mengalami kecelakaan di putaran terakhir dan harus rela melihat Preece melesat. Di Darlington, ia bahkan tidak bisa berkata banyak tentang mobilnya dan hanya finis ke-26 sebagai pembalap pertama yang tertinggal satu lap. Sementara di Gateway, kualifikasi buruk dan masalah handling sempat membuatnya kesulitan, namun strategi berani sempat membawanya ke kontensi 10 besar sebelum akhirnya hancur akibat insiden dengan Carson Hocevar di restart overtime kedua.
“Running bad stinks,” ujar Shane van Gisbergen dengan jujur. “Beberapa pekan terakhir tidak bagus, tim cukup tertekan. Kami berusaha menjadi lebih baik. Kami tidak merasa puas. Semua orang masih kesal karena tidak masuk Chase. Jadi ya, kami mencoba segala hal untuk mempersiapkan musim depan.”

Di tengah keterpurukan, ada secercah harapan. Jika bukan karena spin di akhir, Gateway bisa menjadi momen pertama bagi Trackhouse Racing menempatkan ketiga mobilnya di 10 besar. Ross Chastain finis kelima, Connor Zilisch ketujuh, dan SVG berada di posisi 10 saat insiden itu terjadi. Bagi Van Gisbergen, patokan kesuksesannya adalah bisa menyaingi Chastain yang lebih berpengalaman. Pembalap Selandia Baru itu memiliki rata-rata start 18,6 dan finis 18,8, sedangkan Chastain 17,8 dan 19,6. “Saya merasa jauh lebih dekat dengan Ross tahun ini. Dia tolok ukur yang bagus. Saya bisa menyamainya di banyak aspek. Masih ada area di mana dia sangat kuat, terutama kemampuannya menghindari hari buruk dan menarik hasil dari mobil yang seharusnya tidak berada di posisi itu. Saya banyak belajar darinya,” tambahnya.
Musim ini memang penuh pelajaran bagi Van Gisbergen. Setiap pekan ia terus mencoba hal baru dan belajar dari kesalahan. Meski belum bisa bersaing di Chase, semangatnya untuk terus berkembang tidak surut. “Saya harus terus meningkatkan diri. Setiap minggu saya belajar banyak. Masih banyak yang harus saya pelajari,” tegasnya.
Sementara itu, Chase NASCAR Cup Series akan berlanjut di Bristol akhir pekan ini. Kyle Larson berhasil memangkas jarak dari Denny Hamlin yang masih memimpin klasemen. Persaingan semakin panas, dan Van Gisbergen bertekad untuk tidak tinggal diam. Ia ingin membalikkan nasib Trackhouse dan menunjukkan bahwa mereka masih bisa bersaing di sisa musim ini.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!