Yoshihiro Nakata selaku Presiden dan CEO Toyota Motor Europe secara tegas menyuarakan tuntutan penting kepada para pembuat kebijakan di Uni Eropa untuk menyelamatkan masa depan industri otomotif kawasan tersebut. Langkah ini diambil agar regulasi iklim mendatang berjalan lebih pragmatis, realistis, dan merangkul mitra dagang strategis yang telah lama berkontribusi dalam rantai pasok global.
Dalam pernyataan resminya, Toyota menegaskan posisinya bukan sekadar sebagai pihak luar, melainkan pemain kunci industri manufaktur di benua biru. Pabrikan asal Jepang ini mendukung penuh target iklim Eropa, namun menekankan bahwa kebijakan dalam beberapa bulan ke depan harus memadukan ambisi lingkungan dengan realitas permintaan pasar serta keterbukaan teknologi penurunan karbon.
Poin krusial yang diajukan adalah penerapan konsep pendekatan "Made with Europe". Melalui konsep ini, Yoshihiro Nakata meminta Uni Eropa mengakui mitra dagang terpercaya seperti Britania Raya, Turki, dan Jepang sebagai bagian dari ekosistem yang setara dalam kerangka perdagangan bebas dan serikat pabean.

Lebih lanjut, raksasa otomotif global tersebut mengusulkan agar persyaratan kandungan lokal Eropa diterapkan secara bertahap mencapai 70 persen dalam kurun waktu tiga tahun berdasarkan nilai kendaraan keluar pabrik. Mereka juga mendesak penundaan penerapan aturan substansial sektor otomotif sebelum tahun 2030 demi menjaga kestabilan investasi jangka panjang.
Terakhir, pabrikan mendesak penyesuaian ambang batas penjualan yang lebih rasional serta pengecualian sementara bagi kendaraan sel bahan bakar hidrogen. Langkah ini dinilai krusial untuk memberikan ruang bagi pasar dan rantai pasok lokal agar berkembang optimal sebelum aturan lokalisasi ketat diberlakukan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!