Kabar mengejutkan datang dari paddock Formula 1: Yuki Tsunoda dikabarkan menjadi target serius tim Meyer Shank Racing untuk kursi IndyCar musim 2027. Jika terwujud, ini akan menjadi langkah besar bagi pembalap Jepang yang selama ini dikenal lewat kiprahnya di F1 bersama Red Bull.
Ketertarikan Meyer Shank bukan tanpa alasan. Tsunoda masih berada di bawah naungan Honda, pabrikan yang memiliki sejarah panjang di IndyCar. Ia bahkan sempat menjalani tes bersama Chip Ganassi Racing di Las Vegas Motor Speedway pada 2024, sebelum Grand Prix Las Vegas. Pengalaman itu memberinya gambaran tentang karakter mobil IndyCar yang jauh berbeda dari F1.
Kursi yang dikabarkan akan diisi Tsunoda adalah mobil #66 milik Meyer Shank, yang akan kosong setelah Marcus Armstrong pindah ke kokpit #60. Situasi ini membuka peluang bagi Tsunoda untuk bergabung dengan deretan mantan pembalap F1 yang sukses di IndyCar, seperti Fernando Alonso yang pernah mencoba Indianapolis 500, atau rekan senegaranya, Takuma Sato, yang sudah dua kali menjuarai balapan legendaris tersebut.

Sikap Tsunoda: Tertarik tapi Waspada
Meski kabar ini menggiurkan, Tsunoda sendiri masih belum memastikan langkahnya. Usai tes Las Vegas, ia mengaku senang dengan suasana Amerika, tetapi masih ragu dengan aspek keselamatan dan fisik balapan IndyCar. "Jika ada kesempatan dan saya merasa ini waktu yang tepat, pasti saya mau. Saya suka Amerika, tidak masalah tinggal di sini. Tapi saya belum bisa membayangkan balapan di Indianapolis Motor Speedway, lebih dari dua jam dengan kecepatan di atas 200 mph setiap lap. Itu menakutkan," ujarnya.
Pernyataan Tsunoda menunjukkan bahwa kepindahan ini bukan keputusan mudah. Ada pertimbangan matang antara karier jangka panjang dan tantangan baru. Namun, pihak Meyer Shank dikabarkan sedang "menjajaki semua opsi" dan tidak membantah ketertarikan mereka pada Tsunoda. Jika kesepakatan tercapai, ini akan menjadi transfer besar yang mengguncang pasar pembalap, sekaligus memperkuat tren migrasi pembalap F1 ke IndyCar.
Dampak potensialnya juga terasa bagi Red Bull, yang harus mencari pengganti Tsunoda jika ia hengkang. Sementara bagi Honda, memiliki Tsunoda di IndyCar bisa menjadi nilai plus dalam pengembangan pembalap Jepang di kancah internasional. Musim 2027 masih lama, tetapi spekulasi ini sudah cukup untuk membuat paddock bergemuruh.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!