Yuki Tsunoda kembali ke grid Formula 1 dengan penuh semangat, namun harus puas finis di posisi ke-11 pada GP Belanda di Zandvoort. Balapan yang dinantikan setelah absen sejak Miami itu berakhir dengan rasa campur aduk: senang bisa kembali bertarung, tapi kecewa poin melayang.
Tsunoda, yang dipanggil tim Racing Bulls untuk menggantikan Liam Lawson—yang naik ke Red Bull akibat cedera Isack Hadjar—menunjukkan performa solid. Ia finis tepat di depan rekan setimnya, Arvid Lindblad, yang harus menelan pil pahit akibat penalti.
“Saya melakukan semua yang bisa dan menikmati setiap momennya,” ujar Tsunoda. “Saya rindu berada di trek, bertarung roda-ke-roda, dan melakukan overtake. Jadi, sungguh luar biasa bisa merasakan itu lagi. Kami sangat dekat dengan zona poin dan kehilangannya hanya selisih tipis. Sangat disayangkan, tapi secara keseluruhan ini akhir pekan yang luar biasa.”

Tsunoda juga menyampaikan apresiasi kepada tim yang membantunya beradaptasi cepat. “Mereka mendukung saya sepanjang minggu. Saya bisa menyesuaikan diri dengan cukup cepat, jadi terima kasih banyak atas kesempatan ini. Saya akan membawa kenangan indah dari akhir pekan ini. Semoga Isack segera pulih,” tambahnya.
Sementara itu, Lindblad finis ke-12 setelah menerima drive-through karena melanggar bendera kuning. “Kami start dengan baik, tapi penalti itu mengeluarkan kami dari persaingan. Saya hanya fokus menjaga lintasan di tengah banyaknya puing. Setelah itu, saya rasa ini salah satu balapan terbaik saya tahun ini dalam hal ritme dan perjuangan. Sayangnya tanpa poin, tapi kami akan bersiap untuk Monza,” jelasnya.
Hasil ini menghentikan tren positif Racing Bulls yang sebelumnya selalu mencetak poin dalam empat seri beruntun. Tim asal Faenza itu kini harus bangkit kembali di Monza, sirkuit yang sangat berbeda karakter dengan Zandvoort.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!