SPONSORED

Triple Eight Desak Review Aero Jelang Bathurst 1000

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Triple Eight Desak Review Aero Jelang Bathurst 1000
TO NEWS OVERVIEW
Chevrolet, Ford and Toyota battle it out at The Bend. Image: InSyde Media

Triple Eight Race Engineering tidak tinggal diam menghadapi ketidakseimbangan performa di Supercars. Manajer tim, Mark Dutton, secara terbuka menyatakan bahwa pihaknya akan mendorong pengujian ulang aerodinamika sebelum balapan bergengsi Bathurst 1000 bulan depan.

Pernyataan ini muncul setelah serangkaian kontroversi seputar perubahan pada Chevrolet Camaro yang dianggap memberi keuntungan tidak adil bagi tim-tim Ford. Sebelumnya, Supercars mengizinkan perubahan pada splitter skids Camaro menjelang balapan di The Bend, yang meningkatkan downforce dan membuat mobil keluar dari 'parity box' yang telah disepakati.

Tim-tim Ford merespons dengan mengirim surat hukum kepada Supercars pada Jumat malam, menuduh perubahan tersebut melanggar Teams Racing Charter. Meskipun pada Sabtu pagi sudut sayap Camaro dikurangi sebagai perbaikan sementara, keyakinan bahwa Camaro masih unggul secara aerodinamika tetap kuat.

Paddon Bimbing Putra Legenda Reli Possum Bourne di Ashley Forest
Baca JugaPaddon Bimbing Putra Legenda Reli Possum Bourne di Ashley Forest

Dutton menegaskan bahwa timnya tidak mencari keuntungan, melainkan hanya ingin memastikan kesetaraan teknis. "Kami akan bekerja keras untuk memastikan parity teknis dihormati menjelang Bathurst," ujarnya. "Kami juga akan melakukan pengujian centre-of-gravity pada ketiga model dan mendorong review situasi aerodinamika."

ADVERTISEMENT

Menariknya, Dutton tidak menyebut tentang pengujian tekanan barometrik, yang menurut Triple Eight bukan masalah, meskipun tim Ford lain mempermasalahkannya. Hal ini menunjukkan bahwa isu parity di Supercars masih jauh dari kata selesai.

Sementara itu, di lintasan, Triple Eight mengalami akhir pekan yang buruk di The Bend. Pembalap co-driver Nick Percat dan Scott Pye terlibat insiden awal, dengan Pye menerima dua penalti 15 detik. Will Brown berhasil membawa mobil #888 finis keempat, sedangkan Broc Feeney harus puas di posisi 23 setelah Percat menjadi korban beberapa insiden, termasuk tabrakan dari Zak Best yang membuat Mustang #88 tertinggal beberapa lap.

"Jika balapan berjalan bersih, dengan pace yang kami miliki, kami akan bersaing di posisi teratas," kata Dutton. "Semua orang merespons dengan baik untuk meminimalkan dampak dari kekacauan. Kami perlu bekerja lebih keras untuk mengurangi kemungkinan berada dalam situasi yang merugikan seperti ini."

ADVERTISEMENT

Dengan Bathurst 1000 yang semakin dekat, tekanan pada Supercars untuk menyelesaikan masalah parity semakin besar. Triple Eight dan tim Ford lainnya akan terus mendesak agar kompetisi tetap adil dan menarik. Pengujian centre-of-gravity yang sedang berlangsung di Melbourne minggu ini menjadi langkah awal, namun review aerodinamika tampaknya menjadi kunci utama.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU