Honda resmi mengumumkan pergantian kepemimpinan dalam program pengembangan Power Unit (PU) Formula 1 mereka. Yoichiro Fukao akan naik ke posisi Large Project Leader mulai 1 Oktober 2026, menggantikan Tetsushi Kakuda. Sebelumnya, Fukao menjabat sebagai deputy leader proyek F1 dan kepala divisi perangkat lunak Honda. Langkah ini diklaim sebagai estafet terencana untuk mempercepat pengembangan sekaligus mentransfer pengetahuan teknis kepada generasi insinyur berikutnya.
Dalam pernyataan resminya, Honda Racing Corporation menegaskan bahwa perubahan struktur ini bertujuan untuk lebih mengakselerasi pengembangan PU dan memastikan transisi yang mulus. “Honda Racing Corporation akan melaksanakan perubahan kepemimpinan dalam program pengembangan Power Unit F1, efektif 1 Oktober 2026, dengan tujuan lebih mempercepat pengembangan PU dan memastikan transisi yang lancar ke generasi insinyur berikutnya,” ujar Honda. Pabrikan asal Jepang itu juga menatap musim pembuka regulasi baru F1 dan bersiap untuk perubahan aturan lebih lanjut mulai tahun depan.
“Setelah diperkenalkannya regulasi baru pada 2026, dan dengan perubahan regulasi lebih lanjut yang diperkirakan mulai 2027, Honda bertujuan membangun kerangka pengembangan yang kuat dan menghadirkan PU yang sangat kompetitif dengan beralih ke struktur baru pada tahap awal,” tambah Honda. Fukao bukan sosok baru di dunia balap. Ia bergabung dengan Honda pada 2002, awalnya mengerjakan sistem kontrol mesin dan gearbox di operasi F1. Kariernya juga mencakup pengembangan teknologi hybrid mobil jalan raya dan sistem kontrol MotoGP sebelum kembali ke proyek F1 pada 2014. Pada 2017, ia menjadi deputy leader proyek, dan terus menjabat setelah pembentukan Honda Racing Corporation.

Perombakan ini terjadi saat Aston Martin dan Honda masih mencari terobosan di tahun pembuka kemitraan pabrikan mereka. Tim hanya mengumpulkan tiga poin musim ini, cukup untuk bertahan satu posisi di atas pendatang baru Cadillac di dasar klasemen konstruktor. Perubahan yang diperkenalkan di pertengahan musim membawa kemajuan pada mobil dan power unit, tetapi Aston Martin masih jauh dari tim-tim terdepan dan daya kendali mesin tetap menjadi perhatian.
Kesulitan itu kembali terlihat di Grand Prix Spanyol, di mana Lance Stroll mundur lebih awal dan Fernando Alonso finis di posisi ke-17, tertinggal dua lap setelah juga terkena kerusakan. Posisi kompetitif Honda juga membuat pertanyaan tentang bantuan pengembangan tambahan tetap menjadi fokus. Pabrikan itu menerima ruang lingkup ekstra untuk mengerjakan power unit pada Mei, sementara diskusi terus berlanjut mengenai apakah ketentuan pengejaran ADUO Formula 1 harus disesuaikan lebih lanjut.
Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem mengadakan pembicaraan selama akhir pekan Madrid dengan pemilik Aston Martin Lawrence Stroll dan Alonso karena kemungkinan langkah untuk membantu Honda terus dipertimbangkan. Mercedes dan Red Bull Ford Powertrains keduanya mengindikasikan bahwa mereka akan terbuka terhadap perubahan lebih lanjut pada sistem tersebut.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!