Jacques Villeneuve, mantan pembalap Formula 1 yang merebut gelar juara dunia 1997, mengungkapkan sejumlah "trik kecil" yang ia minta diterapkan pada mobil Williams-nya saat pindah dari IndyCar. Dalam wawancara dengan podcast Beyond the Grid, Villeneuve menceritakan bagaimana kebiasaan dari Amerika Serikat itu ia bawa ke F1.
Salah satu permintaan paling radikal adalah pedal gas dengan jarak tempuh sangat pendek, hanya sekitar 18-20 milimeter. Menurutnya, ini mirip seperti mouse komputer: "Jika Anda harus menggerakkannya banyak untuk mencapai target, Anda akan meleset. Dengan gerakan kecil, Anda bisa mencapai target dengan cepat dan presisi." Ia menambahkan bahwa alih-alih gerakan, yang ia rasakan adalah tekanan, sehingga kontrolnya lebih halus.
Selain itu, Villeneuve juga hanya menggunakan satu paddle shift untuk naik dan turun gigi, sebuah pendekatan yang tidak lazim di grid. "Itu memungkinkan saya untuk tidak melepas tangan dari setir, sehingga bisa pindah gigi saat cornering dengan G-force tinggi atau bereaksi cepat saat wheelspin," jelasnya.

Villeneuve juga mempopulerkan penggunaan heel rest untuk menahan kaki agar tidak bergerak, yang ia klaim sebagai yang pertama di F1. "Saya menghabiskan setengah energi hanya untuk menahan kaki. Dengan heel rest, itu membantu dan juga melindungi kaki dari cedera saat kecelakaan," ujarnya. Ia menyebut semua ini sebagai "barang bawaan dari Amerika".
Menariknya, Villeneuve juga mengungkapkan bahwa Jock Clear, race engineer-nya saat itu, sering bertindak seperti spotter di tikungan pertama, memberi tahu posisi lalu lintas di depan. Ini adalah praktik yang lazim di IndyCar namun baru diadopsi di F1.
Ketika ditanya apakah semua modifikasi ini sudah siap sebelum debutnya di GP Australia 1996, Villeneuve menjawab bahwa paddle shifting baru datang belakangan, tapi hal-hal lain seperti kenyamanan sudah diterapkan berkat 9000 kilometer pengujian. "Williams sangat cepat bereaksi, itu luar biasa," pujinya.
Kisah ini menunjukkan bagaimana pengalaman di seri lain bisa memengaruhi teknologi F1, dan bagaimana Villeneuve, dengan gaya khasnya, berhasil membawa inovasi yang membantunya meraih gelar juara dunia. Williams pun menjadi tim yang adaptif terhadap kebutuhan pembalapnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!