Justin Marks, pendiri Trackhouse Racing, meletakkan target besar di balik euforia kemenangan perdana timnya di MotoGP. Dalam wawancara panjang, ia menegaskan bahwa misi terbesar bukan sekadar menang, melainkan melahirkan juara dunia asal Amerika Serikat.
Kemenangan Raul Fernandez di Silverstone menjadi tonggak sejarah bagi Trackhouse, tim yang baru dua musim malang melintang di kejuaraan dunia. Namun Marks, eks pebalap NASCAR yang mendirikan tim pada 2020, tak mau berpuas diri. Ia justru melihat kemenangan itu sebagai awal dari proyek jangka panjang yang lebih ambisius.
“Semuanya terjadi bersamaan: gaya balap kedua pebalap kami, kerja sama mekanik, dan dukungan sponsor,” ujar Marks, menggambarkan periode ini sebagai “sungguh ajaib” bagi timnya. Ia juga memuji kedewasaan Fernandez yang tetap tampil impresif di tengah ketidakpastian masa depannya beberapa pekan lalu.

Soal kepergian Ai Ogura, Marks mengaku menghormati keputusan pebalap Jepang itu. “Dia datang dan bilang akan memilih jalan lain. Kami tidak mencoba meyakinkannya bertahan. Kami respek,” katanya. Pengganti Ogura akan diumumkan sebelum seri Aragon.
Hubungan dengan Aprilia juga menjadi sorotan. Marks menegaskan filosofinya sejak awal: “Saya tidak mau ada tim pabrikan dan tim satelit. Saya ingin dua tim bekerja sebagai rekan.” Kini, di lintasan mereka bersaing, tapi di luar lintasan mereka bermitra.
Namun mimpi terbesar Marks adalah melihat pebalap AS menang di MotoGP dengan warna Trackhouse. Ia sadar itu butuh waktu, terutama karena minimnya struktur balap junior di AS. “Juara MotoGP AS berikutnya mungkin baru berusia tiga tahun sekarang,” pungkasnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!