Brendon Hartley sukses mengamankan kemenangan mutlak pada balapan WEC 6 Hours of Barcelona bersama rekan setimnya di Toyota Gazoo Racing, yakni Sebastien Buemi dan Ryo Hirakawa. Dominasi pabrikan asal Jepang ini semakin sempurna setelah mereka mengunci posisi finis satu-dua di Sirkuit Catalunya, yang sekaligus memastikan titel juara dunia pabrikan direbut lebih cepat satu seri sebelum musim berakhir.
Jalannya balapan langsung menyuguhkan drama sengit sejak lampu start dipadamkan di tengah kondisi lintasan basah. Hypercar Toyota GR010 langsung membuktikan diri sebagai mobil yang paling tangguh, meskipun mobil Genesis peraih pole position yang dikemudikan oleh Andre Lotterer sempat lambat saat lepas landas, memberikan keunggulan awal bagi mobil saudari yang diawaki Daniel Juncadella. Namun, Buemi tidak membuang waktu dan langsung merebut posisi terdepan pada lap pembuka setelah Daniel Juncadella melebar di Tikungan 5 dan merosot ke barisan belakang.
Sementara itu, Nyck de Vries yang mengendari mobil nomor #7 melakukan aksi impresif dengan melesat dari posisi kesembilan ke peringkat kedua hanya dalam waktu satu jam pertama. Toyota mengendalikan jalannya lomba sepenuhnya. Bahkan, penalti waktu lima tahun akibat pelanggaran prosedur start tidak mampu menggoyahkan posisi terdepan Buemi selama rangkaian pit stop berlangsung.

Hartley kemudian mengambil alih kemudi untuk stint kedua, kembali ke lintasan dengan keunggulan nyaman sekitar 10 detik atas Kamui Kobayashi. Menjelang akhir lomba, Hirakawa membawa mobil Toyota #8 melintasi garis finis untuk mengibarkan bendera finis, unggul tipis setengah detik saja di depan mobil kembar nomor #7 yang digawangi Mike Conway, Kobayashi, dan Nyck de Vries.
“Ini adalah hari yang fantastis bagi tim dengan hasil satu-dua dan gelar juara pabrikan,” ujar Hartley setelah balapan. “Saya menikmati sepanjang akhir pekan. Sebenarnya, kami belum pernah melakukan tes di sini dan tidak menduga akan sekuat ini, tetapi kru kami bekerja dengan sangat baik dan kami memiliki mobil yang hebat saat balapan. Hari ini saya tidak memikirkan kejuaraan pembalap, ini semua tentang merayakan gelar bersama tim.”
Tidak kalah menarik, persaingan di kelas LMGT3 turut menghadirkan pertarungan sengit di mana kemenangan menjadi milik Sam Shahin bersama rekan setimnya di Porsche, Riccardo Pera dan Richard Lietz. Shahin, yang memulai lomba dari posisi kedua, merebut pimpinan balap dalam paruh jam pertama usai melakukan manuver overtake brilian terhadap mobil McLaren milik Garage 59 yang meraih pole. Penampilan impresif Shahin di awal lomba bahkan diganjar penghargaan Goodyear Wingfoot Award sebagai aksi paling menonjol di kelas LMGT3.
“Kami mengawali musim dengan fantastis lewat dua kali naik podium sebelum Le Mans berubah menjadi kekecewaan besar,” tutur Shahin. “Kami memiliki peluang nyata dan kecepatan yang kuat, tetapi sayangnya keadaan tidak berpihak. Bahkan setelah hasil tersebut dan kemunduran di Austin serta Fuji, tidak seorang pun di tim ini yang berhenti percaya.”



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!