Akhir pekan balap yang luar biasa kembali disajikan oleh Max Verstappen ketika ia turun di ajang GT World Challenge Europe yang berlangsung di Sirkuit Portimao, Portugal. Pembalap asal Belanda tersebut menunjukkan antusiasme tinggi bagaikan seorang debutan yang baru mencicipi persaingan ketat mobil GT3, namun dengan ketrampilan kelas dunia yang langsung membuat penonton di tribun tertegun takjub.
Drama bermula ketika Mercedes nomor 3 yang dikemudikan Verstappen bersama rekan setimnya mendapatkan hukuman penalti drive-through akibat insiden selepas periode safety car. Chris Lulham yang saat itu berada di kokpit dianggap terlibat kontak dengan mobil pabrikan lain. Usai menjalani hukuman dan kembali bergabung ke lintasan dalam posisi tertinggal, Verstappen langsung mengambil alih kemudi dan menampilkan masterclass dalam hal menyalip.
Tidak tanggung-tanggung, sang bintang Formula 1 membukukan total lima belas kali manuver overtake, melewati enam mobil hanya dalam rentang waktu sepuluh menit, termasuk aksi brilian melewati tiga mobil sekaligus dalam satu gerakan tunggal. Aksi luar biasa ini sontak membuat publik yang memadati arena balap bergemuruh, membuktikan bahwa insting balap sang juara dunia tetap tajam di kancah manapun ia berlaga.
Di sisi lain, nasib kurang beruntung harus diterima oleh legenda balap roda dua Valentino Rossi yang mengandalkan mobil BMW. Akhir pekan pembalap Italia tersebut harus berakhir lebih cepat di dalam area gravel setelah mobil yang berbagi trek dengannya mengalami insiden terseret keluar lintasan, memaksa tim harus merelakan balapan sejak lap-lap awal tanpa drama berlebihan.
Menanggapi serangan verbal yang diterima rekan setimnya di media sosial pasca insiden penalti, Verstappen secara terbuka pasang badan membela rekannya. "Sento il bisogno di intervenire riguardo all’odio e alle molestie che Chris ha subito dopo la gara. Ognuno e libero di avere la propria opinione su quanto accaduto in pista, ma questi attacchi personali sono inaccettabili. Chris ha disputato uno stint davvero ottimo; gli errori, pero, possono capitare. Non c’e posto per questo genere di abusi nel nostro sport, ne altrove," ungkap Verstappen mengutuk keras tindakan intimidasi digital.
Lebih lanjut, pemegang gelar juara dunia F1 bergengsi tersebut menegaskan bahwa akhir pekan di Portimao tetap memberikan memori positif bagi timnya secara keseluruhan. "In ogni caso, e stato un fine settimana emozionante. E stato bellissimo gareggiare con la nostra vettura GT3 a Portimao. Ci sono stati alti e bassi, ma come squadra abbiamo imparato molto," tutup sang bintang dengan penuh semangat positif menatap agenda balap selanjutnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!