Kegagalan dramatis di ajang balap ketahanan ikonik masih menyisakan luka mendalam bagi Anton De Pasquale jelang bergulirnya seri akhir pekan ini. Menghadapi awak media tepat delapan hari setelah kehabisan bahan bakar saat memimpin balapan pada lap terakhir di Mount Panorama, pembalap berusia 31 tahun tersebut secara terbuka mengakui bahwa atmosfer di dalam garasi skuad asal Melbourne tersebut jauh dari kata ideal. Suasana kerja di dalam tim sempat terguncang hebat mengingat kemenangan di depan mata harus sirna begitu saja di detik-detik pemungkas.
Berbicara menjelang rangkaian Supercars Gold Coast 500, De Pasquale tidak menutup-nutupi kondisi psikologis para mekanik dan insinyurnya yang sangat terpukul. Meskipun demikian, ia memuji respons cepat yang ditunjukkan oleh Team 18 dalam mengalihkan fokus mereka. Para kru langsung bergerak sigap memperbaiki serta mempersiapkan mobil balap tanpa buang-buang waktu demi menatap seri penentuan berikutnya yang sudah di depan mata demi mengamankan posisi di papan atas klasemen.
"Suasananya tentu seperti yang sudah ditebak," ujar De Pasquale menggambarkan kondisi internal timnya. "Tentu saja para mekanik langsung membongkar dan menservis mobil dengan sangat cepat, dan kami mereset target secepat mungkin, yang tentu saja adalah akhir pekan ini. Suasananya memang tidak bagus, tetapi semua orang tetap mengarahkan pandangan mereka untuk memenangkan papan selancar di sini dan tetap menjalani akhir pekan yang baik."

Situasi ini menjadi sangat krusial karena sang pembalap saat ini berada di peringkat ketujuh klasemen sementara kejuaraan, dengan keunggulan tipis hanya sembilan poin dari batas aman eliminasi menuju babak Semi-Final di Sirkuit Sandown. Mengingat Surfers Paradise pernah menjadi mimpi buruk yang menghentikan langkah perburuan gelarnya pada musim lalu, ketegangan jelas dirasakan oleh seluruh anggota skuad yang menjadi ujung tombak pabrikan General Motors tersebut di bawah kepemilikan Charlie Schwerkolt.
Dukungan moral penuh turut mengalir dari rekan pendamping Enduro Cup, Lee Holdsworth, yang secara terbuka menuangkan rasa kecewanya melalui unggahan media sosial. Holdsworth menyebut pil pahit di Bathurst sebagai salah satu pengalaman paling menyakitkan dalam dunia olahraga, namun ia tetap memuji potensi besar mobil mereka yang mampu bertarung di barisan terdepan. Meski demikian, De Pasquale menegaskan bahwa dirinya enggan menjadikan misi balas dendam sebagai bahan bakar utama untuk mengarungi sisa seri Finals Series musim ini.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!