SPONSORED

Toto Wolff Sindir Ferrari soal 'Idiot' di Monza

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Toto Wolff Sindir Ferrari soal 'Idiot' di Monza
TO NEWS OVERVIEW
Toto Wolff aimed a dig at Ferrari

Toto Wolff tak bisa menahan senyum saat membahas kekacauan yang menimpa Ferrari di Grand Prix Italia. Prinsipal Mercedes itu menyebut pendekatan timnya dalam mengelola dua pembalap sebagai kunci, sambil melontarkan sindiran halus bahwa Ferrari bisa terlihat seperti "idiot" jika tak menangani situasi serupa dengan baik.

Kekesalan Lewis Hamilton memuncak di Monza setelah ia dipaksa melebar ke gravel oleh rekan setimnya, Charles Leclerc, di chicane pertama lap pembuka. Insiden itu membuatnya kehilangan enam posisi dan memicu kritik pedas bahwa Ferrari tidak memiliki aturan jelas.

"Itu sudah menjadi bagian dari peran kami selama 12 tahun terakhir, mengelola kedua sisi garasi dengan baik, karena jika Anda berada dalam pertarungan gelar, satu pembalap akan selalu kecewa setelah balapan dan yang lain senang," ujar Wolff kepada Sky Sports F1.

FIA Ubah Aturan Hibrida F1 di Madring: Pista Teknis Picu Energi
Baca JugaFIA Ubah Aturan Hibrida F1 di Madring: Pista Teknis Picu Energi

Wolff menekankan pentingnya transparansi dan tidak adanya agenda tersembunyi dalam menerapkan team order. Mercedes, katanya, lebih memilih istilah "racing intent" daripada aturan kaku. "Pembalap kami tidak mau aturan," tambahnya sambil tersenyum.

ADVERTISEMENT

Namun, ia juga mengakui bahwa keputusan sulit harus diambil. Di Monza, Mercedes menginstruksikan George Russell untuk memberi jalan bagi Andrea Kimi Antonelli yang memiliki strategi lebih cepat. Keputusan itu menuai kritik, tetapi Wolff bersikeras itu langkah tepat.

"Itu benar-benar hal yang tepat kami lakukan," tegasnya. "George memakai ban hard, dan strategi satu-stop diprediksi lebih baik. Kimi harus memakai medium karena start dengan hard. Tidak ada cara lain."

Wolff juga menyoroti momen menegangkan antara kedua pembalapnya di akhir balapan. "Kami bisa saja terlihat seperti idiot, seperti yang akhirnya dialami Ferrari. Jadi, marginnya sangat tipis," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Dengan pernyataan ini, Wolff seolah mengirim pesan bahwa manajemen pembalap yang baik adalah pembeda antara kemenangan dan kekacauan. Ferrari, di sisi lain, masih harus mencari formula yang tepat untuk meredam ketegangan antara Hamilton dan Leclerc.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU