Toto Wolff membela keputusan FIA mengakhiri F1 Inggris 2026 di belakang safety car, sambil menyindir kontroversi Abu Dhabi 2021 yang kembali menjadi perbandingan.
Balapan di Silverstone memasuki fase kacau setelah Max Verstappen berputar keluar lintasan pada lap akhir, sehingga race control mengerahkan safety car untuk mengumpulkan kembali rombongan. Pada lap kedua terakhir, mobil yang tertinggal satu lap diberi izin untuk melakukan unlapping.
Kebingungan muncul ketika pesan “Safety Car Ending” tampil di layar, memunculkan ekspektasi bahwa balapan akan kembali berjalan untuk satu lap terakhir. Namun, FIA kemudian menjelaskan bahwa pesan tersebut muncul akibat error software, sementara prosedur tetap mengikuti regulasi karena satu lap harus diselesaikan setelah instruksi unlapping diberikan.

Situasi tersebut memunculkan kembali ingatan pada Abu Dhabi 2021, ketika Lewis Hamilton kehilangan gelar pada lap terakhir setelah restart safety car yang kontroversial melawan Verstappen. Wolff merespons perbandingan itu dengan sindiran langsung.
"Saya lebih memilih ini terjadi pada 2021," kata Wolff sambil tersenyum kepada media termasuk RacingNews365. "Saat itu jauh lebih penting."
Keputusan mempertahankan safety car hingga finis menguntungkan Mercedes dalam konteks F1 Inggris 2026, karena George Russell tidak harus bertahan dari serangan Hamilton yang memakai ban lebih baru. Dengan balapan tidak restart, Russell mempertahankan posisi kedua di belakang Charles Leclerc.
Wolff menilai keputusan FIA tepat karena regulasi harus menjadi prioritas dibanding keinginan menghadirkan akhir balapan yang lebih dramatis. Menurutnya, faktor hiburan tidak boleh mendahului struktur olahraga ketika race control harus menjalankan prosedur resmi.
"Bagus bahwa regulasi telah diikuti. Kadang-kadang itu tidak menghasilkan akhir yang paling menarik."
"Tentu dari sudut pandang tontonan, semua orang ingin melihat Lewis dengan ban soft melawan kami dan mungkin bertarung dengan Leclerc."
"Tetapi ini adalah olahraga. Pertunjukan mengikuti olahraga, bukan sebaliknya. Jadi bagus FIA mengambil keputusan itu."
Pernyataan Wolff menempatkan akhir F1 Inggris 2026 sebagai perdebatan antara kepatuhan regulasi dan kebutuhan hiburan balapan. Bagi Mercedes, hasil tersebut menjaga podium Russell, sementara bagi FIA, insiden Silverstone kembali menyoroti pentingnya konsistensi prosedur safety car menuju seri berikutnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!