Pemandangan tidak biasa tersaji di atap garasi Ferrari ketika sesi latihan bebas Grand Prix Brasil di Autodromo Jose Carlos Pace Interlagos memperlihatkan penurunan performa yang cukup drastis. Nama-nama besar yang biasanya menguasai barisan terdepan pada hari Jumat justru harus berjuang keras mengatasi masalah keseimbangan mobil yang pelik di atas lintasan. Sesi ini menjadi salah satu hari Jumat paling menantang bagi skuad Kuda Jingkrak sepanjang musim berjalan, memicu evaluasi intensif di dalam garasi tim.
Charles Leclerc dan rekan setimnya, Lewis Hamilton, harus puas mengakhiri sesi latihan di posisi keenam dan ketujuh. Hasil tersebut menandai pertama kalinya sepanjang musim ini Ferrari gagal menembus posisi lima besar dalam lembar catatan waktu hari Jumat. Leclerc secara terbuka mengakui bahwa hari tersebut berjalan sangat sulit dengan sensasi berkendara yang terasa sangat buruk dan aneh di dalam kokpit mobil.
"Kami kehilangan kecepatan di lintasan lurus, tetapi saya rasa mobil di tikungan justru memberikan salah satu feeling hari Jumat terburuk musim ini," ujar Leclerc menjelaskan situasi sulit yang dihadapinya di atas aspal Interlagos. "Jadi saya pikir ada banyak hal yang harus dibenahi di tikungan, lebih besar daripada di lintasan lurus di mana kami memang mengetahui adanya defisit. Biasanya kami sangat cepat di tikungan dan hari ini situasinya tidak seperti itu."

Prinsipal tim Fred Vasseur sempat berkelakar bahwa mobil mereka seolah membawa beban bahan bakar seberat 200 kilogram mengingat catatan waktu yang kurang kompetitif. Namun, di balik candaan tersebut, Vasseur mengakui secara serius bahwa timnya memiliki banyak pekerjaan rumah untuk memperbaiki keseimbangan mobil yang dikeluhkan oleh para pembalap. Masalah pengiriman tenaga atau deployment issue serta perbedaan karakteristik permukaan aspal dibanding pekan sebelumnya di Meksiko turut memperumit keadaan.
Berbanding terbalik dengan kesulitan yang dialami kubu Maranello, McLaren justru menunjukkan taringnya melalui paket upgrade anyar yang terpasang pada mobil mereka. Berkat komponen sayap depan baru yang mengusung filosofi pengembangan masa depan, Lando Norris dan rekan garasinya mampu tampil kompetitif sejak sesi latihan pagi dan mencatatkan ritme balap jarak jauh yang sangat menjanjikan di sirkuit legendaris Brasil.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!