SPONSORED

Toprak Temukan Kemajuan Besar, Tapi Masih Kalah dari Quartararo di Area Kunci

Notifikasi
Reka Mustika
Reka Mustika
0
Toprak Temukan Kemajuan Besar, Tapi Masih Kalah dari Quartararo di Area Kunci TO NEWS OVERVIEW
© Michelin

Toprak Razgatlioglu menilai tes pasca-balapan MotoGP Catalunya 2026 menjadi salah satu hari paling produktif sejak kepindahannya ke MotoGP. Pembalap Pramac Yamaha itu mengaku berhasil menemukan peningkatan signifikan pada karakter motor, khususnya saat menggunakan ban medium. Namun data pembanding dengan Fabio Quartararo juga memperlihatkan bahwa tantangan terbesar yang masih harus dipecahkan berada pada performa satu lap menggunakan ban lunak.

Akhir pekan Catalunya menjadi pengalaman yang tidak mudah bagi juara dunia WorldSBK tersebut. Razgatlioglu sempat terkejut dengan rendahnya tingkat grip di Sirkuit Barcelona-Catalunya, karakteristik yang sangat berbeda dibandingkan lintasan yang biasa ia hadapi di WorldSBK. Karena itu, fokus utama Yamaha selama tes adalah mengoptimalkan setelan sasis V4 terbaru untuk meningkatkan kemampuan motor saat memasuki tikungan.

Hasilnya mulai terlihat sepanjang sesi pengujian. Razgatlioglu merasa motor kini lebih mudah dibelokkan dan memberikan kepercayaan diri lebih besar saat fase corner entry. Perubahan tersebut berdampak langsung terhadap kemampuan membuka gas lebih awal ketika keluar tikungan, salah satu area yang sangat penting dalam MotoGP modern.

Honda Minta MotoGP Tak Terburu-buru Menilai Motor 850cc 2027
Baca JugaHonda Minta MotoGP Tak Terburu-buru Menilai Motor 850cc 2027

"Kami meningkat banyak, terutama dengan ban medium. Kami membuat langkah yang sangat besar pada fase masuk tikungan dan motor terasa lebih baik saat berbelok. Ketika motor lebih mudah berbelok, saya juga bisa berakselerasi lebih awal," ujar Razgatlioglu, dikutip dari Crash.net.

ADVERTISEMENT

Konsistensi lap time menjadi salah satu indikator kemajuan tersebut. Razgatlioglu mampu mencatatkan rangkaian putaran stabil di kisaran 1 menit 40 detik saat menggunakan ban medium dan berkendara sendirian. Menurutnya, apabila mendapatkan slipstream atau mengikuti pembalap lain, ia bahkan berpotensi turun ke rentang 1 menit 39 detik.

Namun masalah muncul ketika ban soft dipasang untuk simulasi kualifikasi. Alih-alih mencatat peningkatan signifikan, waktu putarannya justru tetap berada di level yang hampir sama dengan ban medium. Analisis data Yamaha menunjukkan penyebab utama berasal dari gaya membalap yang masih terbawa dari WorldSBK.

© Michelin

Perbandingan telemetry dengan Quartararo memperlihatkan bahwa pembalap pabrikan Yamaha tersebut mampu mempertahankan kecepatan tikungan jauh lebih tinggi saat menggunakan ban lunak. Sebaliknya, Razgatlioglu masih terlalu fokus mencari traksi saat keluar tikungan, pendekatan yang efektif di WorldSBK namun kurang optimal dengan karakter ban Michelin MotoGP.

ADVERTISEMENT

"Saya melihat data Fabio dan dia membawa kecepatan tikungan lebih tinggi dengan ban soft. Saya mencoba melakukan hal yang sama, tetapi sangat sulit. Saat menggunakan ban lunak, pikiran saya langsung berubah dan saya kembali mengendarai motor seperti gaya Superbike," jelas Razgatlioglu.

Menurut pembalap Turki tersebut, tantangan terbesar adalah mengubah insting yang telah terbentuk selama bertahun-tahun di WorldSBK. Pada MotoGP, ban Michelin lebih mengutamakan menjaga momentum di tengah tikungan dan membuka throttle secara progresif. Sebaliknya, Razgatlioglu masih cenderung mengangkat motor lebih cepat dan mencari akselerasi maksimum di area exit.

Faktor inilah yang menjelaskan mengapa Quartararo tetap menjadi referensi utama Yamaha dalam sesi kualifikasi. Kecepatan satu lap yang dimiliki pembalap Prancis itu memungkinkan dirinya memulai balapan dari posisi depan dan mempertahankan ritme bersama kelompok terdepan. Razgatlioglu menyadari bahwa kemajuan dalam aspek tersebut akan menjadi kunci berikutnya dalam proses adaptasinya.

ADVERTISEMENT

"Kami sangat dekat dengan Yamaha lain saat menggunakan ban medium, tetapi kami masih harus berkembang dengan ban soft karena kualifikasi sangat penting. Fabio melakukan pekerjaan luar biasa dalam satu atau dua lap dan itu membantunya berada di grup depan saat balapan," kata Razgatlioglu.

Dengan MotoGP Italia di Mugello menjadi putaran berikutnya, fokus Yamaha kemungkinan akan tertuju pada peningkatan performa time attack. Jika Razgatlioglu mampu menerjemahkan kecepatan balapan yang mulai kompetitif ke dalam performa kualifikasi yang lebih kuat, peluangnya untuk bersaing lebih dekat dengan pembalap Yamaha lainnya akan semakin terbuka pada paruh kedua musim 2026.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU