Toprak Razgatlioglu mengungkapkan bahwa ia masih bekerja sama dengan MotoGP untuk menghadirkan kembali balapan di Istanbul Park, namun ia memperkirakan hal itu sulit terwujud pada 2027. Pembalap Pramac Yamaha ini berbicara secara eksklusif kepada Crash.net menjelang Grand Prix Inggris 2026, memberikan harapan bahwa Turki bisa kembali masuk kalender sebelum akhir dekade ini.
MotoGP terakhir kali menggelar balapan di Turki pada 2005-2007, dengan sirkuit Istanbul Park menjadi saksi kemenangan Marco Melandri di era 990cc dan Casey Stoner pada 2007. Namun, Razgatlioglu, yang saat itu masih berusia sembilan tahun, tidak pernah menyaksikan langsung. "Saya tidak menonton karena saat itu saya masih sangat muda. Kakak saya pergi ke Istanbul untuk menonton MotoGP," kenangnya. Ia juga melewatkan balapan WorldSBK di sana pada 2013 karena harus bertarung di Red Bull MotoGP Rookies Cup di Silverstone.
Kini, setelah Dorna dan federasi balap Turki terus menjajaki peluang, Razgatlioglu optimistis. "Kami punya rencana ini, mungkin di masa depan. Sepertinya bukan tahun depan, tapi mungkin 2028. Kita lihat saja. Kami sedang mengusahakannya," ujarnya. Kehadiran Formula 1 yang telah menandatangani kontrak lima tahun mulai 2027 menjadi sinyal positif bahwa Istanbul Park layak kembali menjadi tuan rumah balapan internasional.

"Sekarang Formula 1 sudah menandatangani kontrak, saya pikir lima tahun – tahun depan F1 kembali ke Istanbul Park. MotoGP, kenapa tidak? Kami sedang membicarakan ini dengan Dorna, federasi, dan juga pemerintah. Kita lihat saja," tambah pembalap asal Turki tersebut. Pernyataan ini menunjukkan bahwa upaya untuk menghadirkan MotoGP di tanah kelahirannya masih berjalan, meski ada kendala waktu dan logistik.
Jika terwujud, ini akan menjadi momen bersejarah bagi Razgatlioglu, yang kini menjadi salah satu ikon balap motor dunia. Kembalinya MotoGP ke Turki juga akan memperluas pasar balap di kawasan Timur Tengah dan Eropa Timur, sejalan dengan strategi Dorna untuk menjangkau penggemar baru. Namun, tantangan seperti infrastruktur dan minat penonton tetap menjadi pertimbangan utama.
Dengan F1 yang sudah pasti kembali, tekanan kini ada pada Dorna untuk mengikuti jejak tersebut. Keputusan akhir mungkin baru akan terlihat dalam beberapa tahun ke depan, tetapi semangat Razgatlioglu dan dukungan pemerintah Turki menjadi modal berharga. Akankah kita melihat aksinya di depan publik sendiri sebelum kariernya berakhir? Hanya waktu yang bisa menjawab.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!