Manajer tim Tickford, Matt Roberts, meluapkan kekecewaannya yang mendalam terhadap keputusan mendadak pihak penyelenggara Supercars yang mengubah regulasi teknis paritas mobil menjelang putaran penting di sirkuit Sandown. Penyelenggara memutuskan untuk memberikan modifikasi pada bagian tutup bagasi mobil Holden Commodore ZB demi mendongkrak stabilitas kecepatan tinggi setelah melakukan analisis data mendalam serta pengujian lintasan bersama tim Eggleston Motorsport pekan lalu.
Kebijakan penyesuaian paritas ini diambil menyusul picuan berulang dari sistem evaluasi era 2022 di ajang Super2, yang memantau catatan waktu dari enam mobil tercepat dari masing-masing pabrikan saat balapan. Langkah tersebut praktis semakin mengaburkan batas antara keadilan aspek olahraga dan teknis, sebuah polemik yang memang sudah lama menjadi sorotan hangat menyusul berbagai perubahan regulasi pada mobil era Gen3 di kategori utama dalam beberapa waktu terakhir.
Bagi kubu Tickford, keputusan direktif yang disampaikan melalui sambungan telepon tanpa ruang diskusi ini terasa sangat membingungkan dan mencederai proses fair play. Matt Roberts menegaskan bahwa pihak tim sama sekali tidak mengetahui adanya agenda pengujian lintasan pada hari Rabu sebelumnya, sehingga mereka kehilangan kesempatan emas untuk menurunkan mobil sebagai pembanding atau tolok ukur teknis yang objektif di atas lintasan.

“Itu bukan panggilan telepon untuk berdiskusi, melainkan panggilan direktif bahwa hal ini akan terjadi dan tidak ada ruang untuk berdebat,” ungkap Matt Roberts. “Ini sangat aneh. Kami seharusnya bisa hadir di sesi pengujian tersebut dengan membawa mobil sebagai tolok ukur. Sangat disayangkan cara mereka menangani hal ini, dan kami sama sekali tidak merasa senang.”
Ketegangan ini bermula dari tekanan kubu tim-tim papan atas Holden yang terus mendesak adanya perubahan regulasi sejak akhir tahun lalu, menyusul dominasi kuat kubu Ford sepanjang musim 2025. Terlebih lagi, Tickford bersama Blanchard Racing Team tampil begitu superior dan menyapu bersih sebagian besar kemenangan musim ini, yang membuat kubu Ford merasa seolah-olah kerja keras dan sumber daya besar yang mereka investasikan pada program Super2 justru berujung pada hukuman penalti regulasi.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!