Musim kompetisi Formula 1 yang berat kembali menjadi sorotan setelah mantan juara dunia Jenson Button membeberkan tantangan mental yang harus dihadapi oleh Lance Stroll di garasi Aston Martin. Di tengah rentetan masalah teknis dan performa mobil yang kurang kompetitif, Stroll dinilai memikul beban psikologis yang jauh lebih besar dibandingkan rekan setimnya yang berpengalaman luas, Fernando Alonso. Dilansir dari Speedcafe, Button memberikan pembelaan terhadap performa sang pembalap Kanada yang kerap menerima kritik publik.
Sepanjang musim ini, masalah keandalan mesin dan sasis telah menghantam kedua pembalap dengan keras. Namun, pengalaman panjang Alonso sebagai peraih gelar juara dunia dinilai memberikan ketenangan mental yang tidak dimiliki oleh pembalap lain dalam situasi krisis. "Ini adalah posisi yang sulit bagi siapa pun untuk berada di dalamnya. Terutama awal tahun ini," ungkap Button mengenai situasi sulit di dalam tim. Masalah reliabilitas yang terus mendera serta perjuangan untuk sekadar keluar dari barisan belakang menciptakan atmosfer yang sangat menguras emosi.
Statistik musim ini menunjukkan betapa beratnya penderitaan yang harus ditanggung oleh skuad Silverstone. Tercatat telah tersingkir dari 12 balapan dalam 18 seri pembuka akibat kegagalan teknis murni, sebuah angka tertinggi di grid F1 saat ini. Di sisi lain, rekan satu garasinya menderita enam kali masalah serupa, menjadikan total kerusakan mekanis tim mencapai 18 insiden. Kondisi tersebut membuat kedua mobil jarang bisa finis bersamaan, di mana torehan poin keseluruhan tim musim ini sepenuhnya disumbangkan oleh sang juara dunia asal Spanyol tersebut.

Kendati catatan statistik menunjukkan tren negatif, Button menegaskan bahwa angka-angka di atas kertas sering kali menutupi kapasitas balap sebenarnya yang dimiliki oleh mantan pembalap Williams tersebut sejak debutnya pada 2017. Rekam jejak di kategori junior, termasuk mendominasi setiap kejuaraan sebelum promosi ke ajang pinnacle motorsport ini, membuktikan kualitasnya. "Kita tidak boleh melupakan apa yang telah dia capai dalam kariernya. Memenangkan setiap kejuaraan dalam perjalanan ke F1. Mendominasi," tambah Button menyoroti kapasitas teknik dan kecepatan murni di sesi kualifikasi.
Selain faktor teknis mobil, tantangan mental Stroll semakin berlipat ganda karena harus berdampingan dengan deretan rekan setim elite sepanjang kariernya, mulai dari Felipe Massa, Sergio Perez, Sebastian Vettel, hingga Alonso. Menghadapi para pemenang grand prix dan juara dunia multiple secara konstan di garasi yang sama merupakan ujian terberat bagi mentalitas seorang atlet profesional di grid utama.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!