Alpine Formula 1 mengumumkan perubahan besar dengan menunjuk Steve Nielsen sebagai manajer tim baru. Dengan pengalaman luas sejak 1986, Nielsen diharapkan membawa stabilitas setelah kepergian mendadak Ollie Oakes. Akankah keputusan ini mengangkat performa Alpine di musim ini?
Setelah Oakes mundur pasca-Grand Prix Miami, Alpine mencari pemimpin baru. Kepergian Oakes, yang terkait dengan isu hukum adiknya, William, membuka peluang bagi Nielsen, figur veteran yang dikenal di paddock F1.

Nielsen, 60 tahun, memulai karier sebagai sopir truk untuk perusahaan katering F1 dan kini memiliki riwayat di tim seperti Lotus, Tyrrell, Honda, Arrows, dan Benetton, di mana ia bekerja dengan Flavio Briatore. Ia juga pernah menjabat sebagai direktur olahraga di Toro Rosso dan Williams, serta singgah di FIA sebelum kembali ke F1. Nielsen akan mengambil peran manajer tim, setara dengan prinsipal tim, dan melapor langsung kepada Briatore, yang kini menjadi penasihat eksekutif Alpine.
Penunjukan Nielsen menandai babak baru untuk Alpine, yang berharap pengalamannya dapat memperbaiki performa tim di tengah persaingan ketat. Kepergian Oakes, meski tanpa kesalahan pribadi, telah memengaruhi dinamika tim, dan Nielsen dianggap solusi tepat.
Briatore, yang mencari stabilitas, tampaknya percaya pada kemampuan Nielsen. Komunitas F1 menyambut baik pengalaman Nielsen, meskipun masa depannya di FIA yang singkat masih jadi sorotan.
Nielsen harus membuktikan kemampuannya membawa Alpine naik dari posisi terbawah konstruktor. Koordinasi dengan Briatore dan adaptasi strategi tim akan menjadi kunci.
Dengan Nielsen di pucuk, Alpine berpeluang memperbaiki performa menuju GP Austria pada 29 Juni 2025. Kepemimpinannya akan diuji di sisa musim ini.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Kimi Antonelli
Mercedes
|
171 |
|
2
|
|
George Russell
Mercedes
|
131 |
|
3
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
125 |
|
4
|
|
Oscar Piastri
McLaren
|
80 |
|
5
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
79 |
|
6
|
|
Lando Norris
McLaren
|
79 |
|
7
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
73 |
|
8
|
|
Isack Hadjar
Red Bull
|
42 |
|
9
|
|
Pierre Gasly
Alpine F1 Team
|
41 |
|
10
|
|
Liam Lawson
Racing Bulls
|
30 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Mercedes
|
302 |
|
2
|
|
Ferrari
|
204 |
|
3
|
|
McLaren
|
159 |
|
4
|
|
Red Bull
|
115 |
|
5
|
|
Alpine F1 Team
|
57 |
|
6
|
|
Racing Bulls
|
44 |
|
7
|
|
Haas F1 Team
|
21 |
|
8
|
|
Williams
|
11 |
|
9
|
|
Audi
|
2 |
|
10
|
|
Aston Martin
|
1 |
Baca Juga
Toto Wolff memuji eksekusi sempurna George Russell setelah kemenangan GP Austria 2026 yang memangkas selisih poin di klasemen Formula 1.
Liam Lawson dan Sergio Perez terhindar dari hukuman di GP Austria 2026 meski steward menyatakan keduanya melakukan pelanggaran prosedur.
Laurent Mekies mengonfirmasi Red Bull akan mengevaluasi strategi GP Austria 2026 setelah Max Verstappen nyaris merebut kemenangan dari George Russell.
Berlangganan Newsletter
Dapatkan update berita balap terbaru langsung di email Anda.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!