Kecelakaan keras Charles Leclerc di lap kedua Grand Prix Italia menjadi simbol buruknya musim 2026 pembalap asal Monako itu. Namun, insiden di Monza justru melahirkan statistik yang tak mengenakkan—dan membandingkannya dengan Lance Stroll, sosok yang kerap menjadi bahan candaan para penggemar F1.
Charles Leclerc memang tengah kesulitan menyamai performa Lewis Hamilton di Ferrari musim ini. Meski sempat menang di Grand Prix Inggris dan memperkecil jarak poin, kini selisihnya melebar lagi menjadi 36 poin. Sementara Hamilton menjadi satu-satunya pembalap yang menyelesaikan seluruh lap balapan musim ini, Leclerc gagal finis dalam tiga kesempatan—termasuk satu yang tetap diklasifikasikan di Barcelona.
Statistik mengejutkan datang dari Lance Stroll. Pembalap Aston Martin itu memang tanpa poin dan kerap tampil jauh di belakang, tetapi ia justru lebih baik dari Leclerc dalam satu aspek: jumlah kecelakaan. Stroll hanya mengalami satu kali crash pada 2026, sementara Leclerc sudah empat kali. Ironisnya, kecelakaan Stroll terjadi di lap 60 GP Monako, tepat di Tikungan Anthony Noghes, saat trek mulai rusak dan banyak karet terangkat. Ia sempat bersikeras itu bukan faktor, tapi bukti di lapangan menunjukkan sebaliknya.

Jika menilik musim lalu, Stroll tercatat tujuh kali crash—termasuk satu yang melibatkan Leclerc di Monako. Tahun ini, ia lebih banyak mundur karena masalah mekanis. Sementara Leclerc, sebelum insiden Monza, sudah mengalami crash di kualifikasi Monako, balapan Monako (lap 66), dan kualifikasi Barcelona. Biaya perbaikan akibat crash—bukan perbaikan mekanis—pun menjadi sorotan: estimasi kerusakan Leclerc mencapai $1,888 juta, jauh di atas Stroll yang hanya $375 ribu. Kecelakaan di Monza bahkan menjadi yang termahal kedua musim ini.
Catatan ini makin menegaskan inkonsistensi Leclerc di tengah tekanan persaingan ketat. Ferrari tentu berharap pembalap andalannya segera bangkit, mengingat Hamilton justru tampil solid. Apakah ini sekadar musim buruk, atau ada masalah mendasar di sisi teknis dan mental? Hanya waktu yang bisa menjawab, tapi statistik Stroll—pembalap yang kerap diremehkan—menjadi pengingat bahwa konsistensi adalah kunci di F1.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!