SPONSORED

Sirkuit Baru Rwanda 2030 Janjikan Pertarungan Sengit di F1

Notifikasi
Farhan Ariadi
Farhan Ariadi
0
Sirkuit Baru Rwanda 2030 Janjikan Pertarungan Sengit di F1
TO NEWS OVERVIEW
African Grand Prix

Kembalinya ajang balap mobil prestisius Formula 1 ke benua Afrika lewat proyek Grand Prix Afrika di Rwanda yang dijadwalkan pada dekade 2030-an memicu antusiasme tinggi di kalangan penggemar motorsport global. Terletak di sebuah sirkuit khusus yang dibangun di kawasan Bugesera, lintasan anyar ini dirancang secara khusus untuk menjawab kritik terhadap berbagai trek modern yang kerap dinilai gagal menyajikan aksi menyalip yang kompetitif dan kerap menghasilkan balapan yang membosankan.

Perancang sirkuit kawakan Alex Wurz memberikan sejumlah bocoran menarik saat tampil dalam siniar Up To Speed menyusul pengumuman resmi mengenai proyek ambisius Grand Prix Afrika tersebut. Ia menegaskan bahwa tata letak trek yang sedang dikembangkannya ini dipastikan mampu memicu pertarungan sengit di atas lintasan serta memberikan hukuman nyata bagi para pembalap yang terlalu serakah dalam mengambil keputusan.

Terkait konsekuensi teknis di atas trek, Wurz menjelaskan secara lebih mendalam mengenai karakteristik tikungan yang dirancangnya. Ia menyebutkan, "Akan ada konsekuensi jika Anda salah mengambil salah satu bagian tikungan pertama di Sektor Terakhir. Itu adalah rangkaian tikungan yang menantang."

Max Verstappen Kena Tegur Steward GT World Challenge Europe 2024
Baca JugaMax Verstappen Kena Tegur Steward GT World Challenge Europe 2024

Lebih lanjut, mantan pembalap F1 tersebut membeberkan salah satu fitur unik yang disematkan pada desain lintasannya guna memberikan sensasi tersendiri bagi para pengemudi. "Anda keluar dari apa yang kami sebut sebagai Tikungan Kanopi Hutan. Sebenarnya, saya bisa mengungkapkan sedikit fitur yang kami buat bersama, yaitu salah satu tikungan hanya berisi pembalap dan hutan Afrika. Tidak ada penonton. Mungkin kami akan mengizinkan sebuah kamera agar kalian bisa melihatnya!" ungkap Wurz.

ADVERTISEMENT

Kompleksitas teknis ini berlanjut pada bagian krusial jelang garis akhir sektor penutup. "Tetapi mereka juga menghilang untuk satu tikungan, dan kemudian Sektor Terakhir dimulai. Anda keluar melewati punggung bukit, itu berubah menjadi tikungan, benar-benar mengangkat perut Anda. Dan dari saat ini, Anda memiliki tujuh tikungan beruntun yang jika Anda sedikit terlalu serakah di Tikungan 12, dan Anda ingin serakah di sana, karena Anda pikir Anda harus menaklukkannya ke dalam tikungan dengan kecepatan tinggi, setiap tikungan berikutnya akan menjadi malapetaka di dalam pikiran Anda. Karena Anda akan kehilangan sepersepuluh detik di setiap tikungan," tambahnya.

Aspek psikologis dan kesabaran pengemudi juga menjadi fokus utama dalam filosofi perancangan sirkuit baru ini. Wurz menekankan bahwa pembalap harus mampu menahan diri demi menjaga performa mobil secara keseluruhan. "Dan itulah aspek teknis bagi pikiran pembalap, untuk benar-benar bersabar dengan mobil dan dengan dirinya sendiri. Karena pembalap biasanya, Anda tahu, Anda selalu ingin lebih, Anda ingin cepat memasuki tikungan, namun itu akan membahayakan. Dan itu juga merupakan kompromi yang besar pada set-up kendaraan," jelasnya.

Menutup penjelasannya, Wurz menggarisbawahi bahwa proses pembuatan sebuah sirkuit tidak hanya mengandalkan estetika visual, melainkan perpaduan antara filosofi balap dan sains yang matang. Berbekal pengalamannya bersaing melawan para pembalap terbaik di berbagai lintasan dunia, ia mengombinasikan data simulasi dengan pengalaman empiris untuk memastikan peluang menyalip tercipta secara optimal bagi seluruh tim peserta.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU