Setelah setahun absen dari grid, Sergio Perez akhirnya kembali balapan penuh di Formula 1 pada 2026 bersama Cadillac. Namun, pebalap Meksiko itu mengakui bahwa adaptasi terbesar bukanlah soal kecepatan, melainkan ritme hidup seorang pebalap F1 yang padat dan terkunci jadwal.
Perez, yang hengkang dari Red Bull di akhir 2024 setelah musim yang penuh tantangan, direkrut Cadillac bersama Valtteri Bottas untuk memimpin pengembangan mobil anyar tim asal Amerika Serikat itu. Pengalaman keduanya dianggap sebagai aset utama untuk membangun tim debutan.
Dalam wawancara dengan media termasuk RacingNews365, Perez mengungkapkan bahwa transisi dari masa istirahat ke jadwal padat F1 merupakan rintangan terbesar. "Tantangan terbesar adalah kembali ke ritme jadwal pebalap F1, sejujurnya," ujarnya.

"Awalnya, saya sedang tes lalu mendapat pesan harus terbang dua hari lagi ke negara lain, lalu dua hari kemudian ke negara lain lagi. Anda cenderung lupa bagaimana kehidupan pebalap F1: seberapa sibuk dan terjadwalnya semuanya, Anda hidup dalam skema jadwal," jelas Perez.
Namun, setelah dua atau tiga bulan, Perez mengaku tidak punya pilihan selain beradaptasi. "Saya terbiasa," katanya. Meski begitu, setelah 11 seri, Cadillac masih belum mencetak poin perdana mereka. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Perez dan Bottas untuk mengangkat performa tim.
Kembalinya Perez juga menjadi sorotan karena ia harus beradaptasi dengan mobil baru dan filosofi kerja tim yang berbeda dari Red Bull. Meski demikian, pengalamannya yang luas diharapkan mampu mempercepat kurva belajar Cadillac di musim debut mereka.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!