Formula 1, Sportrik Media - Sergio Perez menyuarakan kekhawatiran terhadap arah baru F1 2026 dan menilai karakter balapan berpotensi menyerupai Formula E, sejalan dengan kritik yang sebelumnya disampaikan Max Verstappen.
Verstappen sebelumnya menyebut regulasi baru sebagai “Formula E on steroids” dan “anti-racing”, merujuk pada dominasi manajemen energi dalam konsep teknis terbaru. Musim ini menjadi titik balik besar dengan komposisi tenaga 50 persen pembakaran internal dan 50 persen energi listrik, serta peningkatan daya baterai dari 120kW menjadi 350kW melalui MGU-K setelah MGU-H dihapuskan.
Perez kembali ke grid setelah satu musim absen pasca-kepergiannya dari Oracle Red Bull Racing pada akhir 2024. Pembalap Meksiko tersebut kini membela Cadillac F1 Team, tim baru yang menunjukkan progres menjanjikan dalam fase pengujian meski baru memperoleh entri resmi setahun sebelumnya.

Ia mengakui bahwa Formula 1 yang ia masuki kembali memiliki karakter yang sangat berbeda dibanding era sebelumnya, terutama dalam kompleksitas pengelolaan energi.
“Formula 1 ini terasa sangat berbeda dibanding yang biasa saya alami.”
“Ini adalah perubahan terbesar dalam karier saya dari sisi regulasi, dan sangat sulit memahami bagaimana mengelola energi dan deployment. Semua itu sangat rumit.”
“Power unit kini memainkan peran jauh lebih besar dibanding sebelumnya, dan itu bukan hal yang ideal.”
Dengan sistem baru, pembalap harus mempelajari kembali cara memanen energi dan menentukan momen optimal untuk mengaktifkan overtake mode sepanjang satu putaran. Variabel tambahan tersebut berpotensi mengubah dinamika duel di lintasan, terutama dalam fase serangan dan pertahanan.
Perez menegaskan bahwa ia masih menunggu bagaimana pola balapan akan berkembang sebelum menarik kesimpulan akhir, namun ia tidak menutup kemungkinan adanya kemiripan dengan balap listrik penuh.
“Saya ingin melihat bagaimana balapannya berjalan karena bagi saya, kesenangan utama ada pada balapan.”
“Saat ini saya belum tahu bagaimana kami akan balapan. Sepertinya menyalip akan sedikit lebih sulit karena manajemen energi.”
“Saya tidak ingin terlalu cepat menyimpulkan, tetapi bisa saja terasa seperti Formula E, jadi kita tunggu saja.”
Ia juga memprediksi potensi kekacauan pada seri-seri awal musim ketika seluruh pembalap dan tim masih dalam fase adaptasi terhadap karakter power unit baru.
“Saya rasa bisa saja kacau, terutama di balapan-balapan awal ketika semua orang masih belajar memahami power unit mereka, bagaimana mengelolanya, kapan menggunakan tombol overtake, dan seberapa besar energi yang terkuras saat digunakan.”
“Semua itu sangat, sangat rumit.”
Dengan regulasi 2026 yang memprioritaskan efisiensi energi dan distribusi daya listrik, keseimbangan antara performa murni dan strategi penggunaan baterai menjadi faktor krusial. Jika adaptasi tidak merata di antara tim, potensi variasi performa dan strategi bisa memicu dinamika tak terduga pada fase awal musim.
Bagi Perez, tantangan terbesar bukan sekadar kembali kompetitif, tetapi memahami lanskap teknis yang sepenuhnya berubah. Apakah F1 2026 akan mempertahankan identitasnya sebagai puncak balap sirkuit konvensional atau bergerak mendekati karakter Formula E, akan mulai terjawab ketika lampu start padam di seri pembuka musim ini.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!