WRC, Sportrik Media - Sebastien Ogier bersama Toyota Gazoo Racing menilai Reli Kepulauan Canary 2026 menghadirkan persaingan yang seimbang, dengan potensi duel internal tim sebagai penentu utama hasil akhir.
Ogier menyebut karakter lintasan aspal di Canary yang bersih, halus, dan relatif datar memberikan pengalaman berkendara yang konsisten bagi para pembalap. Kondisi ini membuat faktor performa mobil dan presisi mengemudi menjadi elemen kunci, sementara variabel eksternal seperti cuaca—khususnya hujan—menjadi satu-satunya potensi gangguan signifikan terhadap jalannya reli.
“Ini adalah reli aspal yang bersih dan rapi, sangat menyenangkan untuk dikendarai. Mobil terasa bagus, uji coba berjalan sukses, dan sejak etape tes pagi, perasaan kami cukup positif,” ujar Ogier.


Dominasi Toyota terlihat sejak awal, dengan lima mobil mereka mengisi lima posisi teratas pada sesi uji coba. Hal ini mengindikasikan bahwa perebutan kemenangan kemungkinan besar akan terjadi di dalam tim sendiri, dengan selisih performa yang sangat tipis antar pembalap.
“Berdasarkan uji coba awal, perbedaan di dalam tim sangat kecil, jadi seharusnya akan ada persaingan yang ketat. Namun reli ini panjang, dan sekitar setengah dari etape masih baru, yang biasanya lebih menantang,” tambahnya.
Faktor etape baru juga menjadi perhatian utama, terutama dalam proses pembuatan catatan reli (pacenotes). Elfyn Evans menyoroti bahwa lalu lintas lokal selama sesi pengenalan lintasan menjadi kendala teknis dalam penyusunan catatan, yang dapat berdampak pada akurasi informasi saat balapan.
“Lalu lintas cukup padat. Tidak terlalu masalah jika Anda memiliki catatan lama, tetapi saat harus membuat catatan baru dalam kondisi seperti itu, tentu tidak ideal,” jelas Evans.
Meski demikian, Evans menilai secara keseluruhan karakter reli tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan edisi sebelumnya. Ia juga menyatakan bahwa urutan start kemungkinan tidak akan menjadi faktor dominan dalam menentukan hasil akhir, mengingat kondisi lintasan yang tidak mengalami evolusi drastis sepanjang reli.
“Di beberapa bagian, memulai dari belakang bisa sedikit menguntungkan, tetapi pembangunan jalan cukup lambat. Saya rasa urutan start tidak akan memberikan dampak besar,” tambahnya.
Sementara itu, Oliver Solberg melanjutkan tren performa positifnya setelah tampil kuat di Kroasia, termasuk menjadi yang tercepat di Super Sunday dan meraih poin penuh dari Power Stage. Ia juga mencatat waktu terbaik pada etape uji coba hari Kamis, menunjukkan konsistensi dalam adaptasi terhadap kondisi lintasan.
“Saya hanya mencoba mempertahankan perasaan yang sama seperti di Kroasia, membangun semuanya secara bertahap sepanjang reli,” ujar Solberg.
Meski demikian, Solberg mengakui bahwa reli aspal murni seperti Canary bukan preferensi utamanya sebagai pembalap, yang lebih nyaman dengan lintasan berkerikil dan gaya mengemudi agresif. Namun, ia menilai pendekatan mengemudi yang halus dan terkendali tetap relevan untuk menghadapi karakter lintasan saat ini.
“Saya mungkin lebih menyukai gravel, tetapi gaya mengemudi saya cukup halus dan terkontrol, jadi itu tetap cocok untuk reli seperti ini,” jelasnya.
Solberg juga menegaskan bahwa meskipun Toyota tampak dominan, hasil akhir belum dapat dipastikan mengingat dinamika reli yang kompleks. Ia secara khusus mengingatkan potensi kebangkitan Hyundai Motorsport apabila tim tersebut menemukan solusi teknis selama jalannya reli.
“Hyundai selalu sulit diprediksi. Jika mereka menemukan sesuatu dalam semalam, situasinya bisa berubah. Mereka jelas bekerja sangat keras,” tutupnya.
Dengan dominasi awal Toyota dan variabel teknis yang masih terbuka, Reli Kepulauan Canary 2026 diperkirakan akan ditentukan oleh konsistensi performa, adaptasi terhadap etape baru, serta kemampuan tim dalam merespons dinamika balapan sepanjang akhir pekan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!