Sebastien Ogier merebut pimpinan WRC Finland 2026 setelah mencatat waktu tercepat pada SS2 Laukaa, special stage hutan pertama pada Jumat yang dijalankan dengan arah berlawanan dibandingkan tahun lalu.
Elfyn Evans membuka jalan dan sempat mencatat benchmark tercepat meski menghadapi gravel lepas. Pemimpin klasemen tersebut mengakui sulit menemukan ritme karena tingkat grip berubah secara signifikan sepanjang stage, dari bagian dengan traksi kuat hingga area yang terasa sangat licin.
Ogier kemudian menjadi pembalap pertama yang melampaui catatan Evans dengan keunggulan 4,8 detik. Pembalap Toyota itu menilai run-nya belum sempurna dan masih melihat beberapa bagian yang bisa dieksekusi lebih baik, meski kecepatan tersebut cukup untuk membawanya ke puncak klasemen sementara.

Di kubu Hyundai Motorsport, Adrien Fourmaux dan Esapekka Lappi mencatat waktu identik dan menjadi penantang terdekat Ogier pada stage. Lappi bahkan mengaku merasa run-nya kurang baik, tetapi hasil stopwatch menunjukkan peningkatan dibandingkan kesulitannya di Rally Estonia.
“Saya sebenarnya merasa itu run yang buruk. Di Estonia, mengemudinya terasa bagus tetapi waktunya tidak. Sekarang justru sebaliknya. Saya dengan senang hati menerima hasil ini,” kata Lappi.
Sami Pajari dan Oliver Solberg juga mengeluhkan grip yang tidak konsisten, sementara Takamoto Katsuta mengalami understeer. Kondisi tersebut menegaskan bahwa karakter Laukaa memberikan tantangan berbeda bagi hampir seluruh pembalap pada awal Jumat.
WRC Finland 2026 masih menyisakan tujuh special stage hutan pada Jumat sebelum para kru kembali ke Harju untuk menutup hari, dengan Ogier memimpin tetapi jarak di kelompok depan masih sangat rapat.















Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!