Brian Uriarte mungkin saja menjadi bintang motocross berikutnya, bukan pembalap Moto3 yang sedang naik daun. Namun, satu percakapan dengan teman ayahnya mengubah segalanya. Kini, rookie Red Bull KTM Ajo itu telah memenangkan dua balapan di musim debutnya, termasuk kemenangan gemilang di Sachsenring sebelum libur musim panas.
Uriarte, yang tumbuh di Cantabria, Spanyol utara, menghabiskan masa kecilnya dengan balapan di trek motocross yang terbuat dari pasir sisa tambang. "Saya suka motocross," katanya kepada Crash.net. "Saya mulai dari motocross dan saya rasa level saya di sana bagus." Dia bahkan pernah bertarung dengan pembalap MX2 seperti Francisco Garcia dan Carlos Prat.
Namun, ketika berusia 10 tahun, seorang teman ayahnya menyarankan agar Uriarte fokus ke balap sirkuit jika ingin menjadi profesional. "Ayah saya dihadapkan pada masalah bahwa saya cepat di kedua disiplin," candanya. "Mungkin saya bukan yang terbaik, tapi saya cepat di keduanya." Percakapan itulah yang mengarahkannya ke jalur balap jalan raya.

Keputusan itu terbukti tepat. Uriarte memenangkan Red Bull MotoGP Rookies Cup dan Junior GP pada tahun yang sama, mengikuti jejak Jose Antonio Rueda dan lainnya. Sekarang, di kelas dunia, ia bersaing ketat dengan Max Quiles untuk gelar Moto3.
Sayangnya, crash pertamanya musim ini di Silverstone membuatnya turun ke posisi keempat klasemen. Namun, bakat dan tekadnya tetap membuatnya dijuluki bintang masa depan MotoGP. "Saya bangga bisa bertarung dengan mereka," ujarnya tentang rival-rival motocross-nya.
Kini, Uriarte bertekad bangkit di paruh kedua musim. Dengan dukungan tim pabrikan KTM, ia siap menunjukkan bahwa percakapan yang mengubah hidupnya itu adalah keputusan terbaik yang pernah ada.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!