Sainz Disebut sebagai Pengganti Potensial Hamilton di Ferrari

Sainz Disebut sebagai Pengganti Potensial Hamilton di Ferrari
© XPBimages

Analisis mendalam dari Sportrik mengungkapkan bahwa mantan pembalap F1, Johnny Herbert, menyoroti Carlos Sainz sebagai kandidat potensial pengganti Lewis Hamilton di Ferrari jika juara dunia tujuh kali itu meninggalkan tim sebelum kontraknya berakhir. Selain itu, komentar misterius Hamilton di Hungaria memicu spekulasi tentang masa depannya.


Dalam pengantar ini, kami merangkum bahwa Hamilton, yang menggantikan Sainz di Ferrari, menghadapi kesulitan beradaptasi dengan mobil SF-25. Sementara itu, pernyataannya tentang "hal-hal di balik layar" memicu diskusi mengenai kemungkinan perpisahan.


Di Grand Prix Hungaria, Hamilton tampil mengecewakan dengan finis di posisi ke-12 pada sesi kualifikasi, menyebut dirinya "sama sekali tidak berguna". Ia juga mengungkapkan secara samar bahwa ada "hal-hal yang terjadi di balik layar" di Ferrari, yang memicu rasa ingin tahu di paddock. Akibatnya, Herbert mempertanyakan apakah ini pertanda adanya pembicaraan tentang pergantian pembalap.


ADVERTISEMENT

"Saat Hamilton bilang ada hal-hal di balik layar, saya tidak yakin apa maksudnya," ujar Herbert. "Salah satu cara membacanya adalah sudah ada pembicaraan tentang pergantian pembalap. Mungkin telah disebutkan bahwa jika performa tidak membaik, tim harus menyiapkan pembalap berikutnya untuk tahun depan." Oleh karena itu, Herbert menduga Ferrari dan Hamilton mungkin sedang mempertimbangkan perpisahan jika situasi tidak membaik.


Selanjutnya, Herbert menegaskan bahwa Max Verstappen, yang telah berkomitmen dengan Red Bull untuk 2026, bukan kandidat pengganti Hamilton. Sebaliknya, ia menunjuk Sainz, yang kini membela Williams, sebagai opsi potensial. Sainz baru-baru ini mengindikasikan keterbukaannya untuk kembali ke Ferrari, dengan mengatakan, "Ya, mungkin!" ketika ditanya tentang kemungkinan tersebut.


"Carlos melakukan pekerjaan luar biasa dan benar-benar mampu mengimbangi Charles Leclerc," kata Herbert. "Ia masih muda dan masih tampil baik, meski sedikit kesulitan di Williams. Kita tahu betapa hebatnya dia saat di Ferrari." Dengan demikian, pengalaman dan performa Sainz sebelumnya di Ferrari menjadikannya kandidat kuat.


Meskipun Hamilton terikat kontrak hingga akhir 2026 dengan opsi perpanjangan hingga 2027, performanya yang kurang memuaskan, terutama karena ketidakstabilan bagian belakang mobil SF-25, menimbulkan pertanyaan. Di sisi lain, Sainz, yang meraih empat kemenangan selama di Ferrari, menawarkan opsi yang sudah terbukti.


Dalam penutup, analisis Sportrik menyoroti potensi kembalinya Sainz sebagai solusi jika Hamilton dan Ferrari berpisah. Dengan 10 balapan tersisa di musim 2025, dinamika ini akan terus menjadi sorotan. Untuk berita Formula 1 terkini, kunjungi SPORTRIK.

Klasemen FORMULA-1 CHAMPIONSHIP
POS FOTO RIDER / TEAM PTS
0
Oliver Bearman
Oliver Bearman Haas F1 Team
0.0
0
Oracle Red Bull Racing
Oracle Red Bull Racing -
0.0
0
Mercedes-AMG Petronas F1 Team
Mercedes-AMG Petronas F1 Team -
0.0
0
Scuderia Ferrari
Scuderia Ferrari -
0.0
0
McLaren Formula 1 Team
McLaren Formula 1 Team -
0.0
0
Aston Martin Aramco Formula One Team
Aston Martin Aramco Formula One Team -
0.0
0
BWT Alpine Formula One Team
BWT Alpine Formula One Team -
0.0
0
Williams Racing
Williams Racing -
0.0
0
Visa Cash App Racing Bulls Formula One Team
Visa Cash App Racing Bulls Formula One Team -
0.0
0
Audi Revolut F1 Team
Audi Revolut F1 Team -
0.0

Diskusi & Komentar (0)

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU