Carlos Sainz angkat bicara soal ketegangan antara Charles Leclerc dan Lewis Hamilton usai insiden di GP Italia. Pembalap Williams itu mengaku pernah mengalami hal serupa selama empat tahun bersama Leclerc di Ferrari, dan menilai gesekan antar rekan setim adalah hal yang wajar.
“Itu bukan urusan saya, tapi saya bisa katakan ketika Anda punya dua rekan setim yang kompetitif, situasi seperti ini pasti terjadi,” ujar Sainz di Madrid, Kamis (4/9/2025). “Saya dengan Charles, selalu dua atau tiga kali setahun kami berdiskusi atau berdebat, tapi setelah balapan atau pagi berikutnya kami saling menelepon dan menyelesaikannya.”
Insiden di Monza terjadi saat start balapan. Leclerc mendorong Hamilton ke gravel, membuat pembalap Inggris itu turun ke posisi 10, sementara Leclerc finis ketiga meski sempat menabrak Parabolica di lap kedua. Usai balapan, Leclerc menyatakan kedua pihak bersalah, namun Hamilton dengan tegas membantah. “Saya di depan di Tikungan 2, di apex saya di depan, tidak ada ‘kami’ dalam hal itu,” kata Hamilton. “Saya tidak pernah balapan kotor. Saya selalu balapan bersih dan adil serta selalu memberi ruang.”

Pernyataan Hamilton itu menyiratkan ketidakpuasan terhadap keputusan tim atau strategi yang diambil. Ia bahkan menyinggung bahwa keputusan datang dari atas, yang kemudian menetes ke bawah. Hal ini memicu spekulasi tentang dinamika internal Ferrari, terutama setelah kedatangan Hamilton menggantikan Sainz.
Sainz sendiri mengakui bahwa gesekan dengan Leclerc sering terjadi, terutama saat memperebutkan posisi podium atau kemenangan. “Itu selalu kasus yang sama dan saya tidak tahu bagaimana penanganannya sekarang, tapi ketika saya di Ferrari dengan Charles, kami selalu menyelesaikannya di antara kami sendiri dan melanjutkan,” tambahnya. “Kami bersenang-senang.”
Insiden Monza menjadi sorotan karena melibatkan dua pembalap top dengan reputasi bersih. Leclerc dan Hamilton sama-sama memiliki ambisi besar, dan Ferrari berada di bawah tekanan untuk tampil kompetitif. Manajemen tim, yang dipimpin Frederic Vasseur, kini dituntut untuk meredam ketegangan agar tidak mengganggu performa di sisa musim.
Bagi Sainz, pengalaman bersama Leclerc memberinya perspektif bahwa konflik antar rekan setim adalah bagian dari balapan. Ia menekankan pentingnya komunikasi dan penyelesaian internal. “Saya tidak tahu bagaimana itu ditangani sekarang, tapi ketika saya di sana, kami selalu menyelesaikannya,” pungkasnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!