Lando Norris tengah berada dalam performa puncak, setidaknya itu yang diyakini juara dunia F1 2016, Nico Rosberg. Meski peluangnya mempertahankan gelar kian menipis, penampilan pembalap McLaren itu tetap memukau.
Norris memasuki musim ini sebagai juara bertahan setelah menang dramatis di Abu Dhabi tahun lalu, mengalahkan Max Verstappen dan rekan setimnya, Oscar Piastri. Namun, McLaren belum mampu mengulang konsistensi kemenangan mereka. Mobil MCL40 sempat kesulitan bersaing di paruh awal musim.
Rosberg menyoroti adaptasi McLaren dengan unit tenaga baru sebagai penyebab utama start lambat. “Mobilnya tidak kompetitif di awal musim, dan mereka butuh waktu untuk terbiasa dengan power unit,” ujarnya kepada media termasuk RacingNews365. “Itu kerugian menjadi tim pelanggan. Butuh waktu lebih lama untuk menguasainya.”

Meski demikian, performa Norris di atas McLaren tetap menonjol. Ia sering menjadi yang terkuat di tim, meski harapan mengejar Kimi Antonelli di puncak klasemen tampak sulit karena tertinggal 106 poin. Namun Rosberg menilai Norris bisa berbangga dengan penampilannya.
“Sekarang Lando, dia juara dunia,” kata Rosberg. “Itu memberi lebih banyak kepercayaan diri. Dia juga bukan favorit juara tahun ini. Itu membuatnya lebih santai karena bukan yang diburu, tapi pemburu. Dia benar-benar di sweet spot saat ini, dan dia membalap sebaik yang pernah saya lihat. Luar biasa untuk ditonton, levelnya saat ini.”
McLaren sendiri mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dengan dua kemenangan dalam empat balapan terakhir. Kemenangan ketiga sebenarnya bisa diraih jika bukan karena virtual safety car yang datang di waktu yang kurang tepat di Madrid. Kini, dengan sasis yang semakin kompetitif, Norris dan McLaren berusaha menutup defisit poin dan mengakhiri musim dengan kuat.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!