Formula 1, Sportrik Media - Max Verstappen akhirnya mengetahui secara lengkap susunan personel utama di sisi garasi Red Bull Racing miliknya menjelang musim Formula 1 2026, menyusul sejumlah kepergian penting yang terjadi pada akhir musim lalu.
Menjelang penutupan musim 2025, Red Bull mengonfirmasi bahwa tiga anggota kunci dari kelompok kerja Verstappen akan meninggalkan tim. Perubahan ini memaksa restrukturisasi internal di sisi teknis pembalap Belanda tersebut, yang memasuki musim baru dengan target mempertahankan dominasinya di era regulasi berikutnya.
Menurut laporan De Telegraaf, posisi control engineer yang sebelumnya dipegang oleh Michael Manning telah resmi diisi oleh Geoff Ayton. Manning meninggalkan Red Bull setelah berakhirnya musim 2025, sementara Ayton dipilih sebagai pengganti setelah sebelumnya bekerja bersama rekan setim Verstappen dan sempat bertugas mendampingi Verstappen saat Manning absen musim lalu.
Pergantian juga terjadi di posisi engine engineer. David Mart, yang sebelumnya menangani aspek teknis mesin Verstappen, telah hengkang ke Audi. Red Bull akan menunjuk pengganti Mart dari dalam departemen mesin internal mereka, meskipun hingga kini nama resminya belum diumumkan.
Sementara itu, performance engineer Tom Hart dipastikan akan bergabung dengan Williams. Meski demikian, Hart masih akan tetap bekerja untuk Red Bull dalam periode transisi sebelum resmi meninggalkan tim Milton Keynes tersebut sepenuhnya.
Verstappen juga akan bekerja dengan first mechanic baru pada musim 2026 setelah Matt Caller meninggalkan Red Bull untuk mengambil peran sebagai chief mechanic di Audi. Posisi tersebut tetap berada dalam lingkup keluarga Caller, dengan Jon Caller—saudara kembar Matt—ditunjuk sebagai pengganti.
Bagi Verstappen, Jon Caller bukanlah sosok baru. Ia sebelumnya pernah menjabat sebagai first mechanic di sisi garasi lain Red Bull, bekerja bersama Sergio Perez, Liam Lawson, dan Yuki Tsunoda, sehingga telah memahami struktur operasional dan tuntutan teknis tim.
Di tengah berbagai spekulasi selama jeda musim dingin, Red Bull memastikan bahwa Gianpiero Lambiase akan tetap melanjutkan perannya sebagai race engineer Verstappen untuk satu musim lagi. Keputusan ini memberikan kesinambungan penting di tengah perubahan signifikan personel lainnya.
Restrukturisasi ini menandai fase penting bagi Verstappen dan Red Bull Racing dalam menyelaraskan ulang sumber daya manusia menjelang musim 2026. Stabilitas komunikasi, konsistensi teknis, dan adaptasi cepat terhadap regulasi baru akan menjadi faktor krusial dalam mempertahankan posisi mereka di puncak klasemen pembalap dan konstruktor.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!