Fabio Quartararo mengungkapkan bahwa insiden crash yang dialaminya pada sprint race MotoGP San Marino di Sirkuit Misano terjadi akibat duel "yo-yo" dengan pembalap LCR Honda, Diogo Moreira. Juara dunia 2021 itu terjatuh saat berusaha menyalip Moreira untuk merebut posisi ke-11 pada lap-lap awal balapan sprint yang berlangsung 11 lap.
Quartararo menjelaskan bahwa pola balapan yo-yo—di mana ia tertinggal di trek lurus lalu mendekat di tikungan—memaksanya untuk mengambil risiko lebih besar. "Dengan Diogo di trek lurus, kami seperti bermain... dia menjauh, saya mencoba mengejar, yo-yo," ujarnya. "Jadi, saya kesulitan. Di Tikungan 11, saya masuk sangat cepat. Saya terlambat mengerem di Tikungan 12, saya cukup dekat."
Namun, masalah utama menurut Quartararo adalah kurangnya dukungan dari ban belakang saat pengereman. "Masalahnya, kami tidak punya dukungan sama sekali dari belakang saat mencoba menghentikan motor," jelasnya. "Dan sudah masuk, sudah terlambat untuk tetap di belakang. Jadi, saya harus menyalip dan ban depan sudah terkunci lurus. Saat saya miringkan, saya mencoba memaksimalkan tikungan, tapi akhirnya terlalu maksimal karena saya terjatuh. Sayangnya, saya tidak bisa bertahan."

Meskipun terjatuh, Quartararo mampu bangkit dan menyelesaikan sprint race di posisi ke-21, terpaut kurang dari 2,5 detik dari pembalap Honda, Joan Mir. Hasil ini memperlihatkan kesulitan yang dihadapi semua pembalap Yamaha pada sprint race di Misano. Jack Miller menjadi pembalap Yamaha terdepan di posisi ke-17, hanya berselisih lebih dari tiga detik dari Quartararo.
Rekan setim Quartararo, Alex Rins, menyebut kecepatan pembalap Prancis itu "mengesankan" setelah crash dan memperkirakan ia akan tampil kuat di balapan utama. "Besok akan sulit," kata Rins. "Kami sangat menderita. Saya berada di sana bersama Toprak dan kemudian Miller tanpa peluang. Sulit untuk mengerem lebih lambat, sulit untuk mendapatkan traksi. Mengejutkan kecepatan yang ditunjukkan Fabio, karena setelah crash ia hampir pulih satu detik, setengah detik, per lap. Jadi, dia datang sangat, sangat cepat. Tapi bagi kami, itulah adanya."
Rins menambahkan bahwa Quartararo memiliki keunggulan lebih dibandingkan pembalap Yamaha lainnya akhir pekan ini. "Jelas bahwa dia memiliki lebih dari kami akhir pekan ini. Jadi, saya pikir dia bisa melakukan balapan yang hebat besok. Bagi kami, salah satu target adalah berada di poin. Ini akan sulit, tapi kami akan mencoba."
Dengan hasil sprint ini, Quartararo dan Yamaha masih harus bekerja keras untuk meningkatkan performa pada balapan utama Minggu. Kecepatan yang ditunjukkan Quartararo sebelum crash memberikan harapan, namun konsistensi dan dukungan teknis dari motor M1 tetap menjadi PR besar bagi tim pabrikan asal Iwata tersebut.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!