SPONSORED

Marquez Ungkap Alasan Pilih Ban Medium di Sprint Misano

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Marquez Ungkap Alasan Pilih Ban Medium di Sprint Misano
TO NEWS OVERVIEW
Marc Marquez 'bites' his Sprint winners' medal at Misano after beating Marco Bezzecchi. © Gold & Goose

Marc Marquez mengungkapkan bahwa keputusannya menggunakan ban belakang medium pada Sprint MotoGP San Marino di Misano tidak lepas dari analisis terhadap serangkaian crash yang dialami para pembalap Ducati di sesi kualifikasi. Pembalap Spanyol itu sukses mendominasi balapan sprint 13 lap, memimpin dari awal hingga akhir setelah merebut posisi pertama dari Marco Bezzecchi di tikungan pertama, mirip dengan aksinya di Aragon dua pekan sebelumnya.

Keputusan Marquez untuk memakai ban medium bukan tanpa pertimbangan. Di kualifikasi, beberapa pembalap Ducati terjatuh, termasuk Alex Marquez yang dua kali mengalami crash dan Fabio Di Giannantonio. Semua insiden tersebut terjadi karena kehilangan cengkeraman di ban depan, yang diduga akibat grip ekstra dari ban belakang soft yang mendorong ban depan. Hal ini menjadi perhatian serius bagi Marquez yang juga merasakan beberapa momen berbahaya di sesi kualifikasi, terutama saat wheelie keluar dari tikungan delapan yang nyaris membuatnya kehilangan kendali.

“Saya percaya bahwa cara bekerja dengan ban soft adalah yang benar untuk balapan Sprint, tetapi langkah demi langkah saya memahami, dan kami menganalisis dengan Ducati, kedua ban sangat setara; dengan kedua ban itu mungkin untuk finis di podium dalam balapan Sprint,” ujar Marquez setelah balapan. “Tetapi memang benar bahwa umpan balik, data, dan semua hal ini memberi saya ide untuk menggunakan ban medium. Saya tahu bahwa dengan soft, saya bisa finis kedua atau ketiga, dan dengan medium saya bisa finis kedua, ketiga, atau menang. Jadi, itu memberi saya dorongan ekstra untuk bertarung dengan Bezzecchi.”

Bezzecchi Ungkap Kelemahan Pace di Awal Sprint MotoGP Misano
Baca JugaBezzecchi Ungkap Kelemahan Pace di Awal Sprint MotoGP Misano

Marquez menambahkan bahwa ia membuat keputusan final untuk menggunakan ban medium “di grid”, dan salah satu faktor pendorongnya adalah banyaknya pembalap Ducati yang terjatuh di kualifikasi dengan ban soft. “Dengan medium saya bisa mengelola lebih baik,” jelasnya. “Itu tergantung pada motor, tergantung pada gaya membalap, tetapi dengan soft pagi ini saya mengalami beberapa masalah yang saya lihat agak berisiko. Seperti yang Anda lihat di kualifikasi, banyak pembalap Ducati terjatuh dengan cara yang sama. Dengan medium, saya percaya itu lebih baik berdasarkan pengalaman saya di dalam Ducati.”

ADVERTISEMENT

Analisis lebih dalam menunjukkan bahwa masalah yang dihadapi pembalap Ducati dengan ban soft adalah karakteristik motor yang cenderung mendorong ban depan saat grip belakang berlebih. Ini bukan hal baru, tetapi menjadi perhatian khusus dalam satu setengah musim terakhir. Keputusan Marquez untuk beralih ke ban medium pun terbukti tepat, karena ia mampu mengendalikan balapan dan meraih kemenangan. Sementara itu, Ducati perlu mengevaluasi lebih lanjut mengapa ban soft menimbulkan risiko crash yang lebih tinggi bagi para pembalapnya, terutama di sirkuit seperti Misano yang menuntut keseimbangan sempurna antara tikungan cepat dan lambat.

Dengan kemenangan ini, Marquez semakin memperkokoh posisinya di klasemen pembalap dan mengirim sinyal kuat kepada rival-rivalnya. Kepiawaiannya dalam membaca kondisi dan memilih strategi ban yang tepat menjadi salah satu kunci suksesnya di musim ini. Balapan Sprint di Misano juga menjadi bukti bahwa pengalaman dan data yang dimiliki Marquez bersama Ducati memberinya keunggulan kompetitif yang sulit ditandingi.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU