Fabio Quartararo tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah sesi latihan bebas MotoGP Aragon. Pembalap Monster Energy Yamaha itu mengaku berada dalam kondisi yang benar-benar buruk, meski sebenarnya sudah memperkirakan akan kesulitan di sirkuit yang secara historis bukan tempat terbaiknya.
Jumat di MotorLand menjadi hari yang berat bagi Fabio Quartararo. Ia finis sebagai Yamaha tercepat, tetapi hanya menempati posisi ke-14 dan tertinggal lebih dari satu detik dari catatan waktu lap terbaru yang dibuat Marco Bezzecchi. Situasi ini makin menegaskan bahwa musim terakhirnya bersama Yamaha sebelum pindah akan tetap menjadi perjuangan berat.
Sejak awal musim, Quartararo memang blak-blakan soal motivasinya yang menurun. Ia belum pernah menang lagi sejak Juli 2022, dan sejauh ini tidak ada tanda-tanda tren itu akan berubah. Di Aragon, ia mengeluhkan feeling yang buruk, tidak bisa mengalir, dan tidak punya ruang untuk mendorong motornya.

“Jujur saja, ini benar-benar buruk,” ujar Quartararo tentang Jumatnya di Aragon. “Saya memang berekspektasi akan kesulitan di sirkuit ini, jadi ini bukan sebuah kejutan. Tetapi yang jelas, kami tidak punya titik di mana saya bisa push. Feeling saya juga tidak bagus. Saya tidak berkendara seperti dalam satu gerakan yang mengalir. Saya mengerem, lalu semuanya terasa bertahap, jadi jelas saya tidak merasa nyaman, sayangnya.”
Yang lebih mengkhawatirkan, Quartararo juga pesimistis menghadapi kualifikasi. Ia bahkan merasa tidak mampu melaju kencang dalam satu putaran pun, apalagi menjaga konsistensi. “Saya bahkan tidak bisa push dalam satu lap, jadi ini akan sulit,” katanya. “Saya pikir kami berada di posisi yang kami perkirakan. Sejujurnya, bahkan lebih baik, karena kami tahu potensi motor kami. Kami akan mencoba yang terbaik, terutama untuk mendapatkan sedikit kecepatan dan konsistensi, karena saya tidak bisa membuat dua lap beruntun.”
Di belakangnya, Yamaha lainnya juga tidak tampil lebih baik: Alex Rins ke-16, Jack Miller ke-19, dan Toprak Razgatlioglu ke-21. Ini menunjukkan bahwa masalah Yamaha bukan hanya dialami satu pembalap, melainkan memang fundamental. Kondisi ini tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim asal Jepang itu untuk sisa musim, sekaligus menjadi ujian kesabaran bagi Quartararo yang sudah mengantongi tiket pindah ke tim lain pada 2025.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!