Fabio Quartararo akhirnya buka suara soal pernyataan kontroversialnya terhadap Yamaha. Pembalap Prancis itu mengakui bahwa frustrasi membuatnya melontarkan komentar yang kurang tepat, dan kini ia berusaha meredam ketegangan yang sempat memanas di paddock MotoGP.
Semua bermula di Grand Prix Aragon akhir Agustus lalu. Quartararo menyatakan tidak ingin membantu Yamaha karena "alasan pribadi", sebelum menjelaskan bahwa kekecewaannya berakar pada keputusan tim yang tidak mengizinkannya menguji ban Pirelli untuk musim depan. Pernyataan itu langsung memicu reaksi dari Yamaha, yang dua hari setelah balapan membalas melalui principal tim Paolo Pavesio. Pavesio menilai Quartararo "kurang objektif" dan menutup pintu partisipasinya dalam tes Pirelli yang digelar sehari setelah GP Austria.
Menjelang Grand Prix San Marino, Quartararo ditanya apakah ia menyesali ucapannya. Juara dunia 2021 itu tidak serta-merta mengakui penyesalan, tetapi memberikan klarifikasi. "Bukan soal menyesal atau tidak. Karena frustrasi, kami mengatakan hal-hal yang mungkin tidak benar. Kami mengadakan pertemuan pekan lalu, semuanya sudah diselesaikan dan situasinya kembali normal," ujarnya.

Quartararo lantas membuka diri tentang beban mental yang ia rasakan. Ketidakmampuan Yamaha bersaing di level terdepan dalam beberapa tahun terakhir membuat situasi semakin sulit. "Anda tidak pernah terbiasa dengan momen-momen sulit. Frustrasi selalu ada ketika Anda tidak mencapai apa yang diinginkan. Tidak peduli seberapa tahu kami bahwa paket saat ini tidak sesuai harapan, Anda tidak akan pernah terbiasa," tuturnya.
Ia menegaskan bahwa dirinya adalah pembalap kompetitif yang selalu ingin bertarung. "Jika saya benar-benar tidak peduli, saya tidak akan menikmati balapan dan tidak ingin balapan lagi. Itulah mengapa kadang saya terlalu memikirkan segalanya, frustrasi saya terlalu tinggi. Saya perlu mengatakan kata-kata yang baik di momen yang tepat," tambahnya.
Menariknya, Quartararo menyadari bahwa ia perlu menyalurkan emosinya dengan cara berbeda. "Mungkin saya perlu membuang frustrasi itu saat sendirian di motorhome, dan berbicara kepada media dengan lebih lembut," kelakarnya.
Dalam wawancara tersebut, Quartararo juga mengungkap bahwa ia pernah bekerja dengan psikolog olahraga untuk mengatasi periode sulit. "Saya sudah bekerja dengan psikolog olahraga di masa lalu. Itu bisa membantu karena pada satu titik dalam karier saya, saya harus melakukannya. Saya mulai saat masih di Moto2, jadi sudah lama sekali. Itu tidak terkait dengan motor, lebih kepada diri saya sendiri. Akhir-akhir ini saya tidak ke sana mungkin sekitar satu setengah tahun," jelasnya.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa masalah saat ini lebih kepada komentar yang ia lontarkan, bukan performa di atas motor. "Perasaan saya baik-baik saja, hanya saja saat ini saya tidak merasa nyaman dengan motor. Kami mencoba menyelesaikan masalah, tapi ini bukan tentang psikolog saat ini. Saya tahu kapan harus pergi, Anda merasakannya. Saya sudah pergi mungkin enam, tujuh kali, bahkan lebih," pungkasnya.




Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!