Mantan prinsipal tim Haas, Guenther Steiner, memberikan pujian tinggi kepada Laurent Mekies atas gaya kepemimpinannya yang tenang. Steiner menilai pendekatan tersebut berhasil menstabilkan Red Bull Racing setelah kepergian Christian Horner dari Milton Keynes.
Laurent Mekies mengambil alih posisi sebagai CEO dan prinsipal tim Red Bull Racing pada Juli 2025. Perubahan besar di jajaran manajemen ini terjadi menyusul serangkaian kepergian personel kunci dalam beberapa tahun terakhir, yang turut melibatkan nama-nama besar seperti Adrian Newey, Helmut Marko, dan Jonathan Wheatley.

Tidak hanya mengemban tugas berat untuk meredakan gejolak internal skuad, Mekies juga harus mengawal transisi penting menghadapi regulasi baru serta proyek unit daya anyar hasil kolaborasi Red Bull Powertrains dan Ford. Di tengah tantangan tersebut, tim saat ini bertengger di posisi keempat klasemen konstruktor Formula 1.

Titik balik krusial bagi skuad asal Milton Keynes ini tercipta ketika Max Verstappen sukses mengamankan kemenangan perdana musim ini. Hasil tersebut sekaligus menandai kemenangan pertama bagi proyek mesin buatan Red Bull Powertrains di ajang balap kasta tertinggi.
Berbicara dalam siniar The Red Flags Podcast, Steiner menyoroti bagaimana ketenangan Mekies mampu meredam tekanan eksternal yang masif. "Ia mewarisi tim yang sedikit di luar kendali," ungkap Steiner, mengapresiasi cara kerja rekan sesama petinggi paddock tersebut yang selalu tenang, ramah, dan tanpa ego berlebihan.
Dilansir dari Motorsport.com, Steiner menambahkan bahwa pengalaman luas yang dimiliki Mekies menjadi kunci utama dalam meredam situasi sulit, termasuk saat menghadapi protes keras dari para pembalap di garasi. Kemampuannya menutup telinga dari kebisingan luar dinilai sebagai sebuah seni kepemimpinan tersendiri.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!