Norris Minta Maaf ke Colapinto Usai Insiden Baku
28 Sep, 16:50 WIBEvans Pimpin WRC 2026: Peluang Terbaik Juara Dunia?
28 Sep, 16:33 WIBNorris Minta Maaf ke Colapinto Usai Insiden Baku F1 2026
28 Sep, 16:30 WIBNorris Minta Maaf ke Colapinto soal Seruan Ban F1
28 Sep, 16:30 WIBLeclerc Bocorkan Detail Mesin Ferrari di Baku?
28 Sep, 16:26 WIB
Norris Minta Maaf ke Colapinto Usai Insiden Baku
16:50, 28 Sep 2026 WIBEvans Pimpin WRC 2026: Peluang Terbaik Juara Dunia?
16:33, 28 Sep 2026 WIBNorris Minta Maaf ke Colapinto Usai Insiden Baku F1 2026
16:30, 28 Sep 2026 WIBNorris Minta Maaf ke Colapinto soal Seruan Ban F1
16:30, 28 Sep 2026 WIBLeclerc Bocorkan Detail Mesin Ferrari di Baku?
16:26, 28 Sep 2026 WIB
Francesco Bagnaia adalah pembalap MotoGP asal Italia yang dikenal luas dengan julukan "Pecco." Sebagai salah satu lulusan paling sukses dari VR46 Riders Academy milik Valentino Rossi, ia merupakan Juara Dunia MotoGP dua kali berturut-turut (2022 dan 2023). Dikenal dengan gaya balapnya yang sangat presisi, kemampuan mengerem terlambat (late braking) yang mematikan, serta mentalitas tenang di bawah tekanan besar, Pecco adalah ujung tombak utama pabrikan Ducati di era modern MotoGP.
Perjalanan Karir
Awal Karir & Mahkota Juara Moto2 (2013–2018): Memulai debut di kejuaraan dunia kelas Moto3, Pecco sempat mengalami masa-masa sulit sebelum mulai bersinar bersama tim Mahindra. Karirnya melonjak tajam setelah naik ke kelas Moto2 bersama Sky Racing Team VR46, yang berpuncak pada performa dominan untuk mengunci gelar Juara Dunia Moto2 pada musim 2018.
Debut Kelas Premier & Adaptasi di Pramac (2019–2020): Pecco melangkah ke kelas utama MotoGP pada 2019 bersama tim satelit Pramac Racing (Ducati). Dua musim pertamanya diwarnai dengan proses adaptasi yang menantang terhadap motor kelas premier dan beberapa cedera, meski ia mulai menunjukkan kilatan kecepatan luar biasa yang meyakinkan Ducati akan potensinya.
Promosi Pabrikan & Back-to-Back Juara Dunia (2021–2023): Dipromosikan ke tim pabrikan Ducati Lenovo pada 2021, Pecco langsung tampil impresif sebagai runner-up. Puncak sejarah terjadi pada musim 2022, di mana ia melakukan comeback defisit poin terbesar dalam sejarah MotoGP untuk merebut gelar Juara Dunia, sekaligus mengakhiri puasa gelar pembalap Ducati sejak 2007. Pada 2023, ia membuktikan ketangguhan mentalnya dengan sukses mempertahankan gelar (back-to-back) setelah pertarungan sengit hingga seri terakhir melawan Jorge Martín.
Rivalitas Puncak & Era Super Team (2024–Sekarang): Pada musim 2024, Pecco kembali terlibat pertarungan epik melawan Jorge Martín, di mana ia harus puas menjadi runner-up meski mencetak lebih banyak kemenangan balapan utama. Memasuki musim 2025 dan 2026, Pecco menghadapi dinamika baru yang luar biasa dengan bergabungnya juara dunia delapan kali, Marc Márquez, sebagai rekan setimnya di Ducati Lenovo. Bersama-sama, mereka membentuk super team, dengan Pecco bertekad kuat untuk kembali merebut mahkota juara dunia.
Login sekarang untuk ikut berdiskusi, memberikan komentar, dan terhubung dengan penggemar balap di seluruh dunia.


