Analisis MotoGP 2026: Tekanan Aprilia dan Kejeniusan Marc Marquez di Mandalika
20 Oct, 19:01 WIBMcLaren 750S Pastikan Akhir Produksi pada 2027, Tutup Era V8 Ikonik
20 Oct, 18:50 WIBMobil Juara F1 Legendaris Ayrton Senna Dilelang McLaren
20 Oct, 18:43 WIBKonflik Paten F1 2026: Sentronics Gugat Pemasok Sensor Bahan Bakar Allengra di Texas
20 Oct, 18:40 WIBChristian Horner Sebut Kimi Antonelli Layak Jadi Pembalap Utama Mercedes F1 2026
20 Oct, 18:30 WIB
Analisis MotoGP 2026: Tekanan Aprilia dan Kejeniusan Marc Marquez di Mandalika
19:01, 20 Oct 2026 WIBMcLaren 750S Pastikan Akhir Produksi pada 2027, Tutup Era V8 Ikonik
18:50, 20 Oct 2026 WIBMobil Juara F1 Legendaris Ayrton Senna Dilelang McLaren
18:43, 20 Oct 2026 WIBKonflik Paten F1 2026: Sentronics Gugat Pemasok Sensor Bahan Bakar Allengra di Texas
18:40, 20 Oct 2026 WIBChristian Horner Sebut Kimi Antonelli Layak Jadi Pembalap Utama Mercedes F1 2026
18:30, 20 Oct 2026 WIB
Memasuki era regulasi baru Formula 1 tahun 2026, Liam Lawson membalap untuk tim Racing Bulls (sebelumnya bernama AlphaTauri) bersama pembalap debutan, Arvid Lindblad. Lawson menjadi ujung tombak tim yang kini menggunakan unit daya dari kemitraan Red Bull dan Ford. Pada awal musim 2026, Lawson menunjukkan performa yang sangat solid. Hal ini terbukti dari keberhasilannya mencetak poin ganda di Grand Prix China dengan finis di posisi ke-7 pada balapan Sprint maupun Balapan Utama. Prestasi ini membuktikan ketangguhannya di tengah tantangan adaptasi dengan mobil F1 generasi terbaru.
Perjalanan Karier di Formula 1
1. Debut Kejutan dan Pembuktian Diri (2023 - 2024) Perjalanan Lawson di kompetisi puncak F1 dimulai secara dramatis pada Grand Prix Belanda 2023. Berstatus sebagai pembalap cadangan Red Bull, ia ditunjuk mendadak untuk membela tim Scuderia AlphaTauri menggantikan Daniel Ricciardo yang absen karena cedera patah tangan. Lawson langsung tampil memukau dan berhasil mencetak poin perdananya di Grand Prix Singapura. Pada tahun 2024, setelah kembali menjalani peran sebagai pembalap cadangan di sebagian besar musim, Lawson kembali dipercaya untuk menggantikan Ricciardo secara penuh pada enam balapan terakhir. Penampilan impresifnya di penghujung musim tersebut berhasil mengamankan masa depannya di grid F1.
2. Dinamika Promosi dan Demosi (2025) Tahun 2025 menjadi musim yang penuh turbulensi sekaligus pembelajaran penting bagi pembalap asal Selandia Baru ini. Berkat performa gemilangnya pada akhir 2024, manajemen Red Bull mempromosikan Lawson ke tim utama Oracle Red Bull Racing untuk menjadi rekan setim juara dunia Max Verstappen di awal musim. Namun, masa tugasnya di tim utama ternyata sangat singkat. Setelah hanya menjalani dua balapan awal, Red Bull mengambil keputusan untuk mengembalikannya ke tim satelit Racing Bulls. Meskipun harus menghadapi kenyataan pahit dari demosi yang cepat, Lawson menunjukkan mentalitas baja. Ia berhasil membangun kembali ritmenya, tampil konsisten bersama Racing Bulls di sisa musim, dan menutup klasemen akhir tahun 2025 di posisi ke-14 dengan raihan 38 poin.
3. Pemimpin di Era Baru (2026 - Sekarang) Mengamankan kursi di Racing Bulls untuk musim 2026, Lawson mengaku merasa lega dan jauh lebih termotivasi. Berbekal pengalaman pahit dan manis dari tahun-tahun sebelumnya, ia kini mengambil peran sebagai figur pemimpin di dalam tim. Dengan regulasi mesin yang benar-benar baru, Lawson bertugas memberikan umpan balik teknis krusial untuk pengembangan sasis VCARB 03, sekaligus menjadi patokan performa bagi rekan setim barunya.
Karier Junior dan Seri Balapan Lainnya
Sebelum menembus Formula 1, Liam Lawson memiliki rekam jejak luar biasa di berbagai seri balap kompetitif. Sejak bergabung dengan Red Bull Junior Team pada tahun 2019, ia selalu menjadi penantang gelar di berbagai kategori:
Login sekarang untuk ikut berdiskusi, memberikan komentar, dan terhubung dengan penggemar balap di seluruh dunia.


