Momen bersejarah tercipta ketika Joshua Durksen menerima sambutan hangat lewat sambungan telepon langsung dari Presiden Paraguay, Santiago Pena. Telepon istimewa ini datang setelah sang pembalap sukses menuntaskan uji coba mobil Formula 1 modern bersama skuad Mercedes di Sirkuit Portimao, Portugal.
Melalui rekaman video di balik layar bertajuk 'Inside Mercedes: Joshua Durksen's First F1 Test, Paraguay, We Did It!' yang dirilis oleh tim asal Brackley tersebut, terungkap betapa bangganya sang kepala negara atas pencapaian sang atlet muda di panggung ajang balap level tertinggi dunia.
"Panggilan yang sangat istimewa. Santiago Pena, presiden Paraguay, memastikan diri untuk memberi selamat kepada Josh atas debut F1-nya. Sebuah momen membanggakan bagi negara," tulis pihak skuad Silver Arrows dalam unggahan resmi mereka mengiringi video percakapan tersebut.

Pembalap berusia 22 tahun ini menghabiskan waktu dua hari penuh menguji ketangguhan mobil W16 di atas lintasan. Menariknya, kendaraan tersebut sebelumnya dikemudikan oleh George Russell dan Kimi Antonelli sepanjang kejuaraan dunia Formula 1 musim 2025 lalu.
Tidak hanya menjadi tonggak sejarah personal bagi sang pembalap AIX Racing tersebut, pencapaian ini juga menandai kali pertama seorang putra daerah asal Paraguay berkesempatan mengemudikan mesin jet darat Formula 1 modern. Sang presiden bahkan tak kuasa menyembunyikan rasa bangganya saat berbicara langsung.
"Legenda! Itu luar biasa, kawan," puji Presiden Pena kepada sang pembalap di ujung sambungan telepon. "Joshua, saya benar-benar sangat antusias. Ini adalah impianmu, ini adalah impian saya, ini adalah impian jutaan rakyat Paraguay yang sungguh bangga atas segala pencapaianmu. Paraguay raksasa yang kita impikan selama ini, itu adalah dirimu."
Menanggapi apresiasi luar biasa tersebut, sang pembalap mengungkapkan rasa syukurnya karena bisa membawa nama negaranya menembus ketatnya persaingan motorsport global. Menurutnya, pencapaian ini membuktikan bahwa batas geografis maupun stigma negara kecil bukanlah halangan untuk menggapai mimpi tertinggi.
"Datang dari negara yang banyak orang anggap sebagai negara kecil, dan mungkin kami tidak bisa melakukan banyak hal, untuk mencapai puncak motorsport dan mengendarai mobil Formula 1... Saya pikir ini adalah pesan yang jelas, terutama bagi rakyat saya, bahwa kita diizinkan untuk bermimpi, bahwa kita dapat bermimpi besar dan bahwa kita dapat mewujudkan impian-impian ini," ungkap sang pembalap.
Pengalaman mengemudikan mesin kelas premier tersebut rupanya semakin menumbuhkan kecintaan mendalam pada dunia balap kursi tunggal. Ia bahkan menegaskan ambisinya untuk terus berkecimpung di level tertinggi ini dalam jangka waktu yang panjang ke depan.
"Saya pikir setelah mengemudi, saya bahkan semakin jatuh cinta dengan olahraga ini, dan tentu saja ini adalah sesuatu yang ingin saya lakukan untuk jangka panjang," pungkasnya menutup sesi wawancara eksklusif tersebut.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!